Dua Sisi Mukhlis Takabeya

H. Mukhlis, A.Md, kini dikenal se antero Aceh. Kontraktor kelas atas asal Bireuen itu dikenal sangat teliti dalam bekerja. Lewat Takabeya Perkasa Group, alumnus Politeknik Lhokseumawe itu terus berkiprah, bukan saja membangun Bireuen, tapi juga membangun Aceh dalam berbagai bidang pekerjaan kontruksi.

Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen itu, dalam tiap momen selalu mengatakan kunci sukses seorang kontraktor bukan pada seberapa banyak ia memiliki uang. Karena uang banyak belum tentu setimpal dengan keuntungan yang didapat.

Inti sukses membangun usaha menurutnya adalah kemampuan memahami pekerjaan secara detail. Kemampuan itu sendiri tidak didapat begitu saja, tapi berkat ketekunan yang prosesnya sangat panjang.

Setelah lulus kuliah, Mukhlis bekerja pada perusahaan kontruksi Cipta Karya Aceh yang dipimpin oleh H. Saifannur, yang merupakan abang kandung lelaki kelahiran Alue Krup, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Walau dipercayakan duduk sebagai manajer, tapi Mukhlis tidak bekerja di belakang meja. Ia ikut terjun ke lapangan.

“Awalnya, secara teori semuanya sudah saya dapatkan di kampus. Tapi saya juga butuh pengalaman lapangan. Makanya dalam tiap proyek saya selalu terjun langsung ke lapangan. Ikut berlumpur bersama tukang. Di lapangan saya menimba ilmu, sehingga akhirnya benar-benar mengetahui secara detail hal ihwal dunia kontruksi,” kata Mukhlis, Minggu (26/5/2019) di salah satu warkop di Peusangan.

Terjun langsung ke proyek kemudian terus berlanjut hingga ia berhasil membangun perusahaan sendiri, yang kini berhimpun di bawah bendera Takabeya Perkasa Group, yang membawahi beberapa PT dan CV.

Dalam bisnis, Mukhlis adalah pebisnis murni. Ia fokus pada hasil dan keuntungan. Ia tidak mau tahu dengan segela tetek bengek lain, karena menurutnya bekerja adalah untuk mendapatkan keuntungan. Makanya ia akan memperhatikan secara sangat detail perkembangan pekerjaan yang dilakukan, termasuk laporan keuangan.

“Toke Mukhlis memantau sangat detail. Ia jeli hingga pengeluaran sangat kecil. Ia sangat telaten dan sangat menguasai pekerjaan yang dilakukan,” kata salah seorang karyawan PT. Takabeya Perkasa Group.

Mukhlis juga mengakui, sebagai kontraktor dirinya memiliki kepercayaan yang tinggi. Tidak ada yang benar-benar ia takuti, selama apa yang ia lakukan sesuai dengan aturan. “Semua kita, dalam pekerjaan apapun, percaya diri adalah salah satu kunci. Percaya diri itu memiliki syarat bahwa kita memang ahli dalam pekerjaan yang kita geluti. Kalau apa yang kita kerjakan kita kuasai secara detail, saya kira tak ada yang perlu ditakuti, sejauh kita bertindak jujur dan terukur,” katanya berbagi kiat.

Peduli dan Berbagi

Walau selalu memgatakan dirinya adalah kontraktor murni yang mengejar keuntungan, tapi Mukhlis adalah sosok pengusaha yang peduli pada kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam memimpin perusahaan, semua pekerja diangkat sebagai karyawan yang digaji secara profesional dan tetap. Ada atau tidaknya proyek, gaji karyawan tetap dibayar. Tiap bulan ia menghabiskan sekitar Rp800 juta untuk membayar gaji karyawannya.

“Manajemen perusahaan harus serius dikelola. Karyawan bukan buruh harian. Mereka juga aset perusahaan yang harus diberdayakan. Bahwa dalam bekerja saya tipikal toke yang dikenal keras, tapi hak karyawan tetap saya perhatikan dengan baik,” kata Mukhlis. Apa yang disampaikan olehnya dibenarkan oleh beberapa karyawan yang sempat memberikan kesaksian pada beberapa momen terpisah.

Di luar bisnis, Mukhlis dikenal sebagai pengusaha yang gemar membantu siapa saja yang membutuhkan. Ia terlibat dalam banyak kegiatan sosial. Baik yang dilakukan secara mandiri maupun joint dengan lembaga lain. Termasuk menjadi panitia pembangunan mesjid, Mukhlis dilibatkan, dan ia pun dengan senang hati ikut serta.

Alumnus SMP 1 Peusangan kini juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen dan KONI Bireuen. Semenjak kedua lembaga itu dipegang olehnya, banyak kegiatan telah dilakukan. DKA Bireuen bahkan telah sukses merambah level nasional dan internasional. []

Foto: Ist.

KOMENTAR FACEBOOK