RTIK Abdya Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Ketua RTIK Abdya Adi Khairi

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Relawan Teknologi Infomasi Komunikasi (RTIK) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengajak masyarakat terutama para generasi muda agar bijak dalam menggunakan sosial media. Salah satunya dengan tidak menulis hal-hal yang negatif pada akun medial sosial yang dimiliki.

Hal tersebut disampaikan Ketua RTIK Kabupaten Abdya, Adi Khairi, menanggapi banyaknya pengguna sosial media yang belum paham cara bermedia sosial yang bijak dan bertanggung jawab. Hal ini mengakibatkan banyak individu harus berurusan dengan penegak hukum.

“Ada beberapa kasus pengguna internet yang masih usia muda membuat status di sosial media yang awalnya candaan tetapi berakibat buruk terhadap dirinya. Dalam status sosial media mereka tidak jeli terhadap gambar yang di-share sehingga menimbulkan keresahan akhirnya ditindak oleh penegak hukum,” ungkap Adi Khairi, Senin (27/05/2019).

Perlu disadari, kata Adi, sosial media pada konteksnya termasuk dalam ranah ruang publik yang terikat dengan peraturan, norma, dan hukum yang berlaku. Sebaiknya, tidak menampilkan kesusilaan, perjudian, penghinaan, pemerasan, berita bohong, SARA, dan ancaman kekerasan.

“Seperti yang diatur dalam Undang-Undang no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang no. 19 tahun 2016. Pada UU ITE tersebut terdapat ancaman pidana bagi yang melanggar yaitu penjara 4 tahun dan/atau denda maksimal 750 juta pada pasal 45,” jelas adi. 

Untuk itu ia berharap agar sosial media dijadikan sebagai tempat berbagi atau menerima informasi yang baik.

“Mari gunakan sosial media untuk mencari teman, relasi baru dan memperluas jaringan koneksi. Cek kebenaran berita atau artikel yang akan diposting di sosial media. Jangan asal share takutnya kamu terjebak berita hoax yang akan merugikan kamu sendiri dan teman-teman yang percaya atas berita tersebut. Tetap tabayun, klarifikasi, dan pastikan dulu kebenaran berita tersebut. Ingat posting yang penting bukan yang penting posting,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK