Cerita Rizki dan Zahrina tentang Mudik Gratis “Gisa u Gampong”

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Belasan mahasiswa Aceh di Jakarta yang pulang kampung melalui program mudik gratis “Gisa u Gampong” yang difasilitasi Pemerintah Aceh bersama tokoh masyarakat Aceh di Jakarta sudah sampai di Palembang.

Kabar itu diperoleh dari Muhammad Rizki (21), warga Bireuen yang kuliah di STKIP Kesuma Negara Jakarta.
Rizki tidak sendiri, kurang lebih ada 17 mahasiswa yang memanfaatkan dukungan bus untuk mudik gratis ini.

“Kami sekarang ini di Palembang, kawan-kawan lain ada yang pulang ke Banda Aceh, Sigli, Singkil, dan lainnya, kami nanti sampai ke Medan, lalu baru menuju Aceh,” kata M Rizki, Senin malam (27/5).

Rizki mengatakan, selama perjalanan, sesama peserta bisa menjalin komunikasi satu sama lain, karena ada yang belum kenal sebelumnya.

“Sukanya selama perjalan mudik kali ini, alhamdulillah jadi banyak dapat temen baru, kita di sini kompak dan saling berkenalan, ukhuwah yang terjalin juga sangat bangus,” kata Rizki.

Rizki juga berkisah sisi duka selama di perjalanan. Soalnya, biaya makan di perjalanan terbilang mahal. “Sekali makan bisa Rp50 ribu lebih,” sebutnya seraya mengaku sangat bersyukur bisa ditanggung busnya hingga ke Medan.

Menurut Rizki, program bus gratis untuk pulang kampung disambut antusias oleh mahasiswa perantau. “Di gelombang kedua ada 170 orang, hanya saja karena baru ada dua bus, bisa jadi ada yang di-cancel, moga saja ada solusi penambahan bus agar semua bisa pulang kampung berlebaran,” harapnya.

Mahasiswa lain, Zahrina Masthura (20), mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan  terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan donatur.

“Sangat berguna, karena sekarang ini harga tiket pesawat relatif mahal dan belum stabil,” katanya.

Zahrina mengaku sudah mendaftar untuk ikut program ini pada gelombang kedua yaitu tanggal 30 Mei. “Namun, kemarin sekitar pukul 18.00 saya mendapatkan informasi dari grup mudik ini bahwasanya masih tersedia dua kursi kosong untuk keberangkatan tanggal 26 Mei. Jadi, saya pilih mudik segera,” ceritanya.

Perjalanan Jakarta-Aceh diperkirakan memakan waktu selama empat hari. Zahrina berharap ia dapat berada di gampong awal Juni. “Sangat berkesan, ini kali pertama saya pulang kampung lewat jalur darat dan memakan waktu yang lumayan lama, tapi karena mengingat mudiknya juga bareng temen-temen ya itung-itung sekaligus nambah pengalaman, relasi juga silaturrahmi,” ceritanya.

Rizki dan Zahrina berharap program ini dapat berjalan dengan lancar sebagaimana harapan banyak mahasiwa di perantauan. “Doakan kami sehat selama di perjalanan, ya,” pinta Rizki dan Zahrina.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK