Dinas Pendidikan Dayah Gelar Rakor Musabaqah Qiraatil Kutub

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh. @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh siang tadi menggelar Rapat Koordinasi Musabaqah Qiaraatul Kutub (MQK) tingkat Provinsi Aceh. Rapat yang digelar selama dua hari ini berlangsung di Grand Aceh Syariah Hotel, Lamdom, Banda Aceh, Selasa (28/5/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, dalam sambutannya mengatakan, rakor itu merupakan salah satu rangkaian persiapan untuk penyelenggaraan MQK tingkat provinsi. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi penyelenggara dengan Dinas Pendidikan Dayah kabupaten/Kkota se-Aceh yang bertanggung jawab dalam pengiriman kafilah. Perhelatan Musabaqah itu sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2019 di Asrama Haji Banda Aceh.

“Rakor ini sendiri turut mengundang kepala Dinas Pendidikan Dayah kabupaten/kota se-Aceh dan asisten pemerintahan yang membidangi masalah dayah. Harapan kita ke depan adanya sinergisitas antara Pemerintah Aceh dengan pemkab se-Aceh, sehingga acara ini berlangsung khidmat dan sukses,” ujar Usamah El Madny.

Dalam sambutannya, Usamah yang juga sebagai penggagas MQK tingkat provinsi menyampaikan beberapa hal, di antaranya MQK merupakan ekstrakurikuler dari santri dayah, dengan penyelenggaraan perlombaan kitab kuning ini. Dalam hal ini, kata Usamah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh ingin memperkenalkan lebih jauh kepada masyarakat Aceh tentang MQK dengan harapan menggalakkan perlombaan ini di tingkat apa pun demi generasi Aceh yang lebih baik ke depan.

“MQK merupakan salah satu upaya Dinas Pendidikan Dayah untuk menjembatani kalangan dayah yang tidak hanya mengkaji persoalan-persoalan ibadah saja, namun melalui MQK juga akan mengupas solusi atas problematika yang sekarang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Usamah El Madny.

Usamah menambahkan bahwa pelaksanaan MQK ini juga dalam rangka menumbuhkan kecintaan para santri terhadap kitab kuning, dan juga sebagai upaya meningkatkan tingkat kemahiran para santri dalam membaca dan mengkaji kitab kuning. Menurutnya, untuk mengkaji dalam konteks ini membutuhkan kemampuan logika (mantiq), rasionalitas, olah pikir serta daya kritis yang jauh lebih mendalam.

Saat membuka acara rakor yang mewakili Plt Sekda Aceh, Iskandar AP, dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny yang memprakarsai dan membuat kegiatan Musabaqah Qiraatul Kutub ini direncanakan dengan sebaik-baiknya. Iskandar menyebutkan bahwa pelaksanaan perlombaan MQK ini adalah salah satu proses menuju generasi Aceh yang tidak hanya pintar secara pengetahuan umum saja, namun juga paham ilmu agama.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya-upaya meningkatkan gairah belajar dari para santri, salah satunya adalah dengan mempertajam pembacaan ilmu kitab kuning, dalam mengikuti Musabaqah Qiraatul Kutub ini, namun tidak hanya pandai membaca saja, akan tetapi juga dapat memahami dengan baik makna yang terkandung dalam kitab kuning tersebut,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerjasama Aceh itu.

Saat menutup sambutannya, Iskandar AP meminta dukungan dari semua pihak agar terselenggara dengan sukses Musabaqah Qiratul Kutub tingkat provinsi yang baru digelar pertama kali ini.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK