KIP Aceh Gelar Pleno Rekapitulasi Suara Lanjutan dari Aceh Besar

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh siang tadi menggelar rekapitulasi penghitungan suara lanjutan untuk tingkat DPRK Aceh Besar. KIP Aceh terpaksa mengambil alih tanggung jawab tersebut karena KIP Aceh Besar tidak mampu lagi melakukan pleno yang terus gagal.

“Pengambilalihan ini dilakukan KIP Aceh atas perintah KPU RI, karena KIP Aceh Besar sudah dilakukan pemberhentian untuk sementara waktu berdasarkan SK yang telah keluar kemarin sore. Sehingga hari ini kembali dilakukan rekapitulasi suara lanjutan selama dua hari sejak 29 sampai 30 Mei,” kata Komisioner KIP Aceh sekaligus pimpinan sidang pleno, Munawar Syah, kepada wartawan di lokasi pleno di Aula Asrama Haji Banda Aceh, Rabu (29/5/2019).

Munawarsyah menjelaskan, dalam rekapitulasi penghitungan ini, pihak KIP Aceh melakukan rekap dengan dua mekanisme, yang pertama dilakukan untuk sembilan kecamatan. Mekanisme kedua, akan dilakukan untuk sisa sebelas kecamatan lagi mengikuti mekanisme PKPU No 4, dan itu tetap masuk di CA1.

“Berdasarkan putusan panwaslih terdapat 96 TPS di sembilan kecamatan, kemudian kita ambil keputusan bersama antara KIP Aceh serta Panwaslih Aceh, kita sampai turun ke C Plano, jadi C Plano yang terindikasi di setiap TPS itu kita buka, saksi melihat dan itu kita perbaiki di dalam GA1, dan rekapitulasi ini kita rencanakan dua hari selesai,” katanya.

KIP Aceh Besar, sambungnya, berdasarkan surat nomor 813 KPU RI, sudah pernah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan rekapitulasi suara dalam waktu lima hari sebelum penetapan nasional. Namun KIP Aceh Besar tidak mampu melakukannya dan beberapa kali rapat pleno selalu gagal. Sementara itu KIP Aceh Besar juga tidak bisa melanjutkan pleno berdasarkan permintaan para saksi atas rekomendasi panwaslih sehingga panwaslih mengeluarkan putusan.

“Ada perbedaan memahami putusan panwaslih, satu pihak partai politik menganggap putusan panwaslih ini berarti untuk membuka semua kotak suara, padahal putusan panwaslih hanya melakukan perbaikan tata cara prosedur rekapitulasi di kecamatan, dan itu disebutkan hanya sembilan kecamatan,” kata Munawar Syah.

Menurutnya, yang di sembilan kecamatan itu disebutkan dalam putusan panwaslih, diterima sebagian dan ditolak sebagian, dari sebagian itu, 96 TPS inilah yang diplenokan dalam dua hari ini.

Ia menambahkan, akibat pleno tingkat kabupaten Aceh Besar yang tidak kunjung selesai, sedangkan pleno di provinsi berakhir pada 12 Mei, maka KIP Aceh Besar diberi kesempatan lima hari tambahan. Namun hingga 21 Mei pun mereka tidak mampu menyelesaikannya.

“Maka segera kita laporkan ke KPU RI, bahwa ini harus segera diambil alih oleh KIP Aceh, kita pleno kan dan sudah keluar SK pemberhentian,” jelasnya.

Rekomendasi Panwaslih Aceh Besar menyatakan ada 220 TPS yang perlu dilakukan penghitungan suara ulang. Rekomendasi tersebut dikeluarkan pada 30 April 2019 dan pleno KIP Aceh Besar dimulai pada 2 Mei sehingga tidak bisa dilaksanakan lagi. Sedangkan rekapitulasi ulang di 220 TPS mesti dilaksanakan terakhir 27 Mei, 10 hari setelah hari H.

“Karena sudah tidak mungkin, maka panwaslih mengeluarkan putusan,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK