Oknum PNS Abdya Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian untuk Presiden

Tersangka Kasman dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Aceh, Selasa, 28 Mei 2019.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Oknum PNS Abdya, Kasman, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo. Kasman ditangkap oleh Tim Cyber Polda Aceh pada Minggu (26/5/2019) di rumahnya di Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Abdya.

Dari tersangka polisi mengamankanb arang bukti berupa satu unit telepon seluler dan sim card, serta tangkapan layar bukti video dan tulisan hoaks melalui akun Facebook Kasman Abdya.

Baca: Sebut Presiden Jokowi PKI, Polisi Ciduk Oknum PNS Pemkab Abdya

“Yang bersangkutan memang melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE), dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol. T. Saladin, saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (28/52019).

Kasus ini kata dia berawal dari peristiwa kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta, yang bersangkutan kemudian merespons dengan membuat konten berita bohong. Setelah dikembangkan oleh Tim Cyber Polda Aceh ditemukan adanya unsur tindak pidana UU ITE.

“Tim kita melakukan penyelidikan dan ketahuan yang bersangkutan melakukan ujaran kebencian, akhirnya tim kita turun ke Abdya, dan menangkap tersangka pada tanggal 26 Mei 2019. Kemudian langsung dibawa ke Polda Aceh untuk dilakukan pengembangan dan hasil saat ini tersangka melanggar tindak pidana yang diatur dalam UU-ITE,” ujar Saladin.

“Tindakan ini sengaja dilakukan oleh tersangka, karena tersangka tahu berita hoax tentang penyerangan masjid yang dilakukan oleh petugas, itu berita bohong dan itu dikaitkan dengan Presiden kita, seolah-olah Presiden senang,” katanya.

Saladin mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas di dunia maya atau di media sosial. Ia mengatakan, bila dulu ada istilah patroli laut darat, di era keterbukaan informasi saat ini ada patroli medsos.

“Jadi apa pun yang terjadi d isana, kami tahu,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK