Mau Mudik Lebaran? Jangan Abai Pada 8 Hal Ini

Ilustrasi

Jelang hari raya Idulfitri semakin banyak pemudik yang pulang kampung, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Namun, saat mudik haruslah dalam kondisi fisik yang prima dan mental yang baik, agar perjalanannya lancar sampai ke kampung halaman.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalaui siaran Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan pemudik baik pengemudi maupun penumpang saat mudik jelang Lebaran.

Pertama, sebelum mudik sebaiknya memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Apalagi bila memiliki riwayat atau keluhan terhadap penyakit tertentu. Saat ini Kemenkes RI menyediakan 6.047 fasilitas pelayanan kesehatan untuk mudik yang terdiri atas 923 Pos Kesehatan, 4.210 Pusksemas, 375 rumah sakit sekitar jalur Pantura, 144 rumah sakit rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) dengan kode telepon 119.

Di pos kesehatan Anda bisa mendapatkan pelayanan periksa kesehatan seperti cek tekanan darah, tes gula darah, tes alkohol, pengobatan umum, pelayanan kesehatan tradisional, pelayana kegawatdaruratan, pelayanan transportasi rujukan medis, dan tes narkoba secara random kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut, maka Anda bisa menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) fasilitas kesehatan mana pun seluruh Indonesia.

Kedua, siapkan obat-obatan pribadi yang Anda butuhkan selama perjalanan maupun di tempat tujuan. Jangan abaikan hal ini meskipun Anda merasa sehat dan prima.

Ketiga, tidak hanya kesehatan tubuh, kendaraan yang akan dipakai mudik juga harus diperiksa kondisinya, agar layak dan tidak membahayakan penumpang serta mobil lainnya di jalur mudik.

Keempat, jaga makanan yang Anda konsumsi agar terhindar dari berbagai penyakit khususnya untuk makanan pedas dan bersantan. Bagi pengemudi sebaiknya lebih memperbanyak mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, atau apel. Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina Anda selama berkendara tetap terjaga.

Kelima, istirahat yang cukup karena kurang istirahat dapat memicu timbulnya berbagai penyakit sehingga membuat tubuh tidak fit. Perlu diingat, tubuh Anda bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja terus-menerus. Saat Anda merasa mengantuk dan kelelahan, segeralah beristirahat.

Keenam, khusus untuk pengemudi hendaklah beristirahat setelah mengemudi selama empat jam perjalanan. Pasalnya, bila seseorang telah mengemudikan kendaraan lebih dari empat jam, maka akan terjadi penurunan kesigapan dan respons tubuh sehingga berisiko terjadi kecelakaan lalu lintas.

Ketujuh, cari tempat istirahat atau rest area dan usahakan mengambil beberapa waktu untuk istirahat/tidur (minimal 15-30 menit). Bila diperjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan yang terdekat.

Terakhir, jagalah emosi dan konsentrasi selama perjalanan agar dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK