Bertemu di Pasar Malam, Bocah 14 Tahun Jatuh Cinta dan Menikah

ACEHTREND.COM,Tapin-Cinta memang buta, cinta juga seringkali tak bisa diwakilkan dengan kata. Orang-orang yang jatuh cinta, ketap berpikir di luar logika. Itulah yang dialami oleh Arifin dan Ira, dua bocah SMP yang saling jatuh cinta kala bertemu di pasar malam san kemudian nekat minta dinikahkan.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada tahun 2018. Ira dan Arifin yang kala itu bersama teman masing-masing bermain ke pasar malam. Di sama mereka bertemu dan bertegur sapa. Selanjutnya berkomunikasi via sunia maya.

Tak disangka, keduanya pun saling jatuh cinta. Arifin melalui pesan WhatsApp nekat “menembak” Ira yang malu-malu tapi kemudian mau. Jadilah mereka sepasang kekasih, walau terlihat masih sangat lugu.

Di hari-hari selanjutnya Ira pun seringkali berkunjung ke rumah neneknya Arifin. Mereka bermain bersama dan kerap tidak mau pulang. Nenek Arifin yang bernama Janariah pun dibuat pusing, ketika keduanya minta untuk dinikahkan. Secara usia keduanya masih bau kencur. Baru 14 tahun.

Sebagai nenek, Janariah membujuk keduanya untuk melanjutkan sekolah, tak perlu memusingkan diri dengan pernikahan. Karena usia mereka masih sangat muda. Tapi Arifin san Ira sudah kadung kebelet. Mereka tidak mau lagi sekolah. Mereka ingin segera dipanggil papa dan mama. Akhirnya kedua keluarga bersepakat menikahkan keduanya.

“Daripada nanti berzina. Sekolah mereka gak mau. Saya penuhi saja keinginan mereka,” kata Janariah, seperti dikutip aceHTrend, Jumat (31/5/2019) dari sebuah video yang viral di media sosial.

Pada Kamis, 12 Juli 2018, Arifin dan Ira pun dinikahkan secara siri oleh penghulu kampung. Tanpa kendala Arifin sukses melafazkan ijab qabul pernikahan. Semenjak itu ia sah menjadi suami Ira.

Layaknya orang dewasa, Ira sangat lihai mengurusi rumah tangga barunya. Tiap waktu ia membuatkan suaminya teh nanis dan hal lainnya dalam rumah tangga. Demikian juga Arifin, ia pun segera bertindak sebagai suami yang bertanggungjawab. Rencananya mereka akan membuka warung secara mandiri di halaman rumah Janariah.

“Tiga tahun ini saya emong dulu mereka. Setelah cukup umur akan kami nikahkan di KUA,” kata sang nenek. []

KOMENTAR FACEBOOK