BPBA Imbau Warga Waspadai Potensi Tanah Bergerak

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), H. T. Ahmad Dadek, mengimbau warga Aceh agar selalu mewaspadai potensi tanah bergerak. Imbauan tersebut disampaikan Ahmad Dadek terkait informasi dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang mengeluarkan peringatan dini potensi tanah bergerak di Aceh untuk bulan Juni 2019.

Ahmad Dadek menjelaskan, fenomena tanah bergerak adalah potensi longsor bukan likuefaksi. Saat ini kata dia, kebenaran data yang disebut disebabkan banyaknya daerah yang terancam menyebut bahwa benar semua daerah tersebut bisa mengalami potensi pergerakan tanah tentu dengan kriteria masing-masing akan tetapi ini berbeda dengan likuefaksi.

Likuefaksi adalah pencairan tanah atau tanah kehilangan strukturnya karena desakan gempa dan air. Pergerakan tanah ini juga berbahaya bila longsor menimpa pemukiman atau menimpa mobil atau menutup badan jalan.

Karena itu ia mengimbau agar warga yang daerahnya tersebut sebagai wilayah yang berpotensi mengambil langkah kesiapsiagaan dan terus waspada jika ada retakan tanah yang berpotensi menimpa pemukiman atau mengerakkan pemukiman. Masyarakat diminta untuk segera lakukaan evakuasi apabila potensi ini muncul.

Bagi pengguna jalan terutama arah wilayah tengah dan menuju ke Nagan Raya dari Pidie serta di beberapa titik Meulaboh-Banda Aceh dan Tapak Tuan ke Medan agar waspada dan selalu melihat informasi melalui media massa dan sosial. “Saya akan selalu meng-update juga telah menyiagakan pusdalops selama 24 jam untuk memantau perkembangan,” ujar Dadek melalui siaran pers yang dikeluarkan Jumat, 31 Mei 2019.

“Kepada pengelola jalan kabupaten, provinsi, dan nasional kita juga minta kepada mereka untuk selalu menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi longsor tersebut,” kata Ahmda Dadek.

Ahmad Dadek menambahkan, menyangkut potensi gerakan tanah ini dibagi kepada dua, yaitu menengah dan tinggi. Potensi gerakan tanah menengah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.

Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan untuk potensi gerakan tanah tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

“Potensi tanah longsor sangat mungkin terjadi di daerah banyak gunung apalagi musim hujan dan gundul dan satu lagi bahaya kebakaran pemukiman perlu diwaspadai karena angka yang paling tinggi tahun ini,” tambah Dadek.

Berikut daerah yang berpotensi terjadinya pergerakan tanah berdasarkan data yang dirilis Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi:

  1. Aceh Barat: 2 kecamatan
    Panteceureumen, Menengah-Tinggi dan Sungaimas, Menengah-Tinggi
  2. Aceh Barat Daya: 8 kecamatan
    Babahrot, Menengah-Tinggi
    Blangpidie, Menengah-Tinggi
    Jeumpa, Menengah-Tinggi
    Kualabatee, Menengah-Tinggi
    Lembahsabil, Menengah-Tinggi
    Manggeng, Menengah-Tinggi
    Setia, Menengah-Tinggi
    Tangan-Tangan, Menengah-Tinggi
  3. Aceh Besar: 21 kecamatan
    Baitussalam, Menengah
    Blangbintang, Menengah
    Darulimarah, Menengah
    Darulkamal, Menengah
    Darussalam, Menengah
    Indrapuri, Menengah-Tinggi
    Kotabaro, Menengah
    Kotacotglie, Menengah-Tinggi
    Kotajantho, Menengah-Tinggi
    Kutamalaka, Menengah-Tinggi
    Lembahseulawah, Menengah
    Leupung, Menengah-Tinggi
    Lhoknga, Menengah-Tinggi
    Lhoong, Menengah-Tinggi
    Mesjidraya, Menengah
    Montasik, Menengah
    Peukanbada, Menengah
    Pulo Aceh, Menengah
    Seulimeum, Menengah
    Simpangtiga, Menengah
    Sukamakmur, Menengah-Tinggi
  4. Aceh Jaya: 3 kecamatan
    Darulhikmah, Menengah-Tinggi
    Indrajaya, Menengah
    Jaya, Menengah-Tinggi
  5. Aceh Selatan: 18 kecamatan
    Bakongan, Menengah
    Bakongan Timur, Menengah
    Kluet Selatan, Menengah
    Kluet Tengah, Menengah-Tinggi
    Kluet Timur, Menengah-Tinggi
    Kluet Utara, Menengah
    Kotabahagia, Menengah-Tinggi
    Labuhanhaji, Menengah-Tinggi
    Labuhanhaji Barat, Menengah-Tinggi
    Labuhanhaji Timur, Menengah-Tinggi
    Meukek, Menengah-Tinggi
    Pasieraja, Menengah
    Samadua, Menengah-Tinggi
    Sawang, Menengah-Tinggi
    Tapaktuan, Menengah
    Trumon, Menengah
    Trumon Tengah, Menengah
    Trumon Timur, Menengah
  6. Aceh Singkil: 3 kecamatan
    Danauparis, Menengah-Tinggi
    Simpang Kanan, Menengah
    Suro, Menengah
  7. Aceh Tamiang: 4 kecamatan
    Bandarpusaka, Menengah-Tinggi
    Sekerak, Tinggi
    Tamiang Hulu, Menengah-Tinggi
    Tenggulun, Menengah-Tinggi
  8. Aceh Tengah: 14 kecamatan
    Atulintang, Menengah-Tinggi
    Bebesen, Menengah
    Bies, Menengah
    Bintang, Menengah-Tinggi
    Cilala, Menengah-Tinggi
    Jagongjeget, Menengah-Tinggi
    Kebayakan, Menengah-Tinggi
    Ketol, Menengah-Tinggi
    Kutepanang, Menengah
    Linge, Menengah-Tinggi
    Luttawar, Menengah-Tinggi
    Pegasing, Menengah-Tinggi
    Rusipantara, Menengah-Tinggi
    Silihnara, Menengah-Tinggi
  9. Aceh Tenggara: 16 kecamatan
    Babul Makmur, Menengah
    Babulrahmah, Menengah
    Babussalam, Menengah
    Badar, Menengah
    Bambel, Menengah
    Bukittusam, Menengah
    Darulhasanah, Menengah
    Delengpokhkisen, Menengah
    Ketambe, Menengah
    Lawealas, Menengah-Tinggi
    Lawebulan, Menengah
    Lawesigala-Gala, Menengah
    Lawesumur, Menengah
    Leuser, Menengah
    Semadam, Menengah
    Tanohalas, Menengah
  10. Aceh Timur: 6 kecamatan
    Birembayeun, Tinggi
    Panteebidari, Menengah-Tinggi
    Peunaron, Menengah-Tinggi
    Serbajadi, Menengah-Tinggi
    Simpangjernih, Menengah-Tinggi
  11. Aceh Utara: 15 kecamatan
    Bandabaro, Menengah
    Cotgirek, Menengah
    Dewantara, Menengah
    Geurudongpase, Menengah
    Kutamakmur, Menengah
    Langkahan, Menengah
    Meurahmulia, Menengah
    Muarabatu, Menengah
    Nibong, Menengah
    Nisam, Menengah
    Nisamantara, Menengah
    Payabakong, Menengah
    Piraktimu, Menengah
    Sawang, Menengah
    Simpangkeuramat, Menengah
    Syamtalirabayu, Menengah
    Tanahluas, Menengah
  12. Aceh Jaya: 6 kecamatan
    Kruengsabee, Menengah-Tinggi
    Panga, Menengah-Tinggi
    Pasieraya, Menengah-Tinggi
    Sampoiniet, Menengah-Tinggi
    Setiabakti, Menengah-Tinggi
    Teunom, Menengah-Tinggi
  13. Bener Meriah: 10 kecamatan
    Bandar, Menengah
    Benerkelipah, Menengah
    Bukit, Menengah
    Gajahputih, Menengah
    Mesidah, Menengah
    Permata, Menengah
    Pinturimegayo, Menengah
    Syiahutama, Menengah-Tinggi
    Timanggajah, Menengah
    Wihpesam, Menengah
  14. Bireuen: 13 kecamatan
    Gandapura, Menengah
    Jeumpa, Menengah
    Jeunieb, Menengah
    Juli, Menengah
    Kutablang, Menengah
    Makmur, Menengah
    Pandrah, Menengah
    Peudada, Menengah
    Peulimbang, Menengah-Tinggi
    Peusangan Selatan, Menengah
    Peusangansiblahkrueng, Menengah
    Samalanga, Menengah-Tinggi
    Simpangmamplam, Menengah
  15. Gayolues: 11 kecamatan
    Blangjerango, Menengah-Tinggi
    Blangkejeren, Menengah-Tinggi
    Blangpegayon, Menengah
    Dabungelang, Menengah-Tinggi
    Kutapanjang, Menengah
    Pantancuaca, Menengah-Tinggi
    Pining, Menengah-Tinggi
    Putribetung, Menengah-Tinggi
    Rikit Gaib, Menengah-Tinggi
    Terangun, Menengah-Tinggi
    Tripejaya, Menengah-Tinggi
  16. Lhokseumawe: 4 kecamatan
    Bandasakti, Menengah
    Blangmangat, Menengah
    Muara Dua, Menengah
    Muara Satu, Menengah
  17. Nagan Raya: 4 kecamatan
    Beutong. Menengah-Tinggi
    Beutongateuhbanggalang, Menengah-Tinggi
    Darulmakmur, Menengah-Tinggi
    Seunagan Timur, Menengah
  18. Pidie: 12 kecamatan
    Geumpang, Menengah-Tinggi
    Glumpang Tiga, Menengah-Tinggi
    Keumala, Menengah-Tinggi
    Mane, Menengah-Tinggi
    Mila, Menengah
    Muara Tiga, Menengah
    Mutiara Timur, Menengah
    Padangtiji, Menengah
    Sakti, Menengah
    Tangse, Menengah-Tinggi
    Tiro/Trusep, Menengah-Tinggi
    Titeue, Menengah-Tinggi
  19. Pidie Jaya: 7 kecamatan
    Bandar Dua, Menengah
    Bandarbaru, Menengah-Tinggi
    Jangkabuya, Menengah
    Meurah Dua, Menengah-Tinggi
    Meureudu, Menengah
    Trienggadeng, Menengah
    Ulim, Menengah
  20. Sabang: 2 kecamatan
    Sukajaya, Menengah
    Sukakarya, Menengah
  21. Simeulue: 9 kecamatan
    Alafan, Menengah
    Salang, Menengah
    Simeulue Barat, Menengah
    Simeulue Cut, Menengah
    Simeulue Tengah, Menengah-Tinggi
    Simeulue Timur, Menengah-Tinggi
    Teluk Dalam, Menengah-Tinggi
    Teupah Barat, Menengah-Tinggi
    Teupah Tengah, Menengah
  22. Subulussalam: 2 kecamatan
    Penanggalan, Menengah-Tinggi
    Simpang Kiri, Menengah
    Sultandaulat, Menengah-Tinggi

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK