Para pihak Harus Jadikan MoU Helsinki Sebagai Sudut Pandang

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Munculnya wacana referendum Aceh yang dilontarkan oleh Ketua DPP Partai Aceh H. Muzakir Manaf, merupakan riak dalam demokrasi. Tidak perlu ditanggapi dengan sangat serius. Hal ini disampaikan oleh Teungku Irwansyah, salah seorang eks pentolan elit militer Teuntra Neugara Aceh (TNA), Sabtu malam (1/5/2019).

Menurut bekas pengurus sentral Komite Peralihan Aceh (KPA) yang merupakan organisasi tempat berhimpunnya bekas kombatan GAM, bahwa timbulnya reaksi dari Menhan dan Menkopolhukam juga bagian dari efek yang timbul karena adanya pemicu, yaitu pernyataan Muzakir Manaf.

“Ini hanya dinamika di dalam demokrasi. Tidak ada yang perlu ditanggapi berlebihan,” ujar lelaki yang memiliki nama sandi Muksalmina.

Irwansyah percaya bahwa Presiden Jokowi tetap menjadikan Aceh sebagai prioritas pembangunan dalam implementasi Nawacita 2. Karena Jokowi masih melihat Aceh memang harus dibantu karena masih banyak memiliki kekurangan karena terlalu lama dilamun konflik bersenjata.

Soal masih adanya poin-poin MoU Helsinki yang belum direalisasikan oleh Pemerintah Pusat, menurut Irwansyah hal ini perlu didiskusikan kembali antara Aceh dan Pusat.

“Para pihak (GAM dan RI) cobalah berbicara dalam kategori dalam kesepakatan yang sudah disepakati. Apabila ada yang diperdebatkan, sistem penyelesaian sengketa, tentu para pihak lebih mengetahuinya,” kata Irwansyah.

Menurut Irwansyah bicara implementasi MoU Helsinki, maka jalur penyelesaiannya tetaplah harus mengacu pada MoU itu sendiri. Tidak bisa di luar itu dan tidak mungkin di luar itu. Sehingga dengan demikian mau tak mau, sudut pandang sebagai landasan berpikir antara kedua belah pihak haruslah MoU itu sendiri.

Untuk itu dia berharap setiap elemen untuk menyudahi silang pendapat dan fokus memulai jalan ke arah perbaikan kekurangan. Irwansyah mengajak semua elemen untuk fokus mengawal Janji Presiden Joko Widodo tentang perpanjangan Dana Otsus Aceh.

“Janji Pak Jokowi untuk memperjuangkan perpanjangan dana Otsus Aceh lebih penting dibicarakan karena menyangkut kesejahteraan Aceh. Saya yakin Pak Jokowi dan kabinet pemerintahan yang akan bekerja nanti, akan fokus untuk mewujudkan Aceh yang sejahtera,” kata Irwansyah.[]

KOMENTAR FACEBOOK