Sebelum Terlambat, Bijaklah Bermedsos

Oleh Muhammad Sahuddin, M.Ed*)

Sudah banyak pengguna media sosial (Medsos) diantar ke jeruji besi akibat dari kurangnya kesadaran atau tidak cerdas dalam menggunakan medsos. Banyak orang tidak sadar bahwa media sosial merupakan ruang publik yang bisa di akses dan dilihat oleh siapa saja. Jadi kita diharapkan dapat mengedepan etika yang baik tanpa mengusik ketenangan dan kedamaian orang banyak. Bukan malah menggunakan media sosial menjadi alat untuk menyebarkan hal-hal negatif.

Medsos merupakan ruang publik jadi media ini dapat diawasi oleh negara melalui undang-undang yang berlaku seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) namun kurangnya kesadaran literasi digital membuat banyak pengguna medsos berurusan dengan aparat penegak hukum. Kehadiran UU ITE menjadi benteng dalam mengatasi penyebaran konten penghinaan, kekerasan, ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan.

Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak pengguna medsos berurusan dengan aparat penegak hukum, tidak mengenal dari kalangan mana mulai dari kalangan berpendidikan sampai pada kalangan tak berpendidikan. Sekarang ujung jari kita sangat dekat dengan penjara jadi kita diharapkan peka dengan literasi digital budaya teliti dulu (tabayyun) atau saring informasi dulu perlu ada dalam pikiran pengguna medsos sehingga kita semakin cerdas dalam menggunakan medsos.

Di awal-awal media sosial dijadikan sebagai sarana interaksi dengan orang lain baik antar personal maupun kelompok melalui jejaring online namun belakangan ini sepertinya sudah berubah fungsi seperti berbisnis, berpolitik, dan juga menjadi medium pamer-memamer sesuatu. Jika hal itu masih dalam batas wajar dan tidak melanggar hukum dan normal sah-sah saja tapi yang paling parah lagi medsos dijadikan sebagi medium penyebaran konten-konten negatif seperti mengangdung nilai kebencian, kekerasan, kebohongan, penghinaan dan malah membunuh karakter orang.

Medsos sudah menjadi polusi visual baru bagi kalangan kaum phubbing yang hari-harinya sangat dekat dengan dunia maya ada di antara mereka sudah merasa tidak nyaman dengan jejaring dunia maya karena terlalu banyak konten negatif di medsos.

Kita sangat khawatir dengan informasi yang belum tentu benarnya sangat cepat tersampaikan pada pengguna medsos, jadi bisa-bisa jika pengguna medsos sering mengkomsusi berita palsu atau bohong mareka lama-lama tidak bisa menbedakan lagi mana informasi yang benar maka kelamaan informasi bohong pun terkesan seperti informasi yang benar. Jadi karena di konten tersebut tidak ada label benar atau bohong bahkan label halal pun tidak mungkin kita dapat dari konten tersebut maka kita sering-sering teliti dulu kebenaran informasi atau saring dulu informasinya lalu baru di bagi (sharing) informasi jika itu bermanfaat untuk orang lain.

Kita berharap sudah cukuplah medsos difungsikan pada tujuan sebenarnya walau sebagian penggunanya memfungsikan untuk pamer tapi asal jangan memamerkan kebencian, kekerasan, penghinaan di ruang publik ini.

*)Guru SMPLB Negeri Susoh Abdya & PhD Candidate, Nanjing Normal University, Tiongkok.

KOMENTAR FACEBOOK