Bagaimanakah Cara Mencium Tangan Suami di Hari Raya?

Oleh Afridany Ramli*

Seperti biasa di pagi hari raya, orang berduyun-duyun ke masjid untuk melaksanakan salat Idulfitri. Setelah selesai mengikuti pelaksanaan salat Idulfitri berjamaah, tentu saja para jamaah mendengar sedikit tausiah yang disampaikan oleh sang khatib. Sesudah itu, semua jamaah diminta untuk berbaris agar dapat bersalam-salaman. Namun bagaimanakah dengan hukumnya.

Beragam pendapat dari ustaz terkadang malah mengatakan itu haram, sebelum berjabat tangan dengan orang dekat kita terutama dalam hubungan suami istri. Tapi, tidak sedikit yang tak menghiraukan hal tersebut. Bahkan dengan senangnya melakukan acara salam-salaman tersebut.

Benar, saling memaafkan merupakan anjuran bagi kaum muslimin, apalagi pada saat menyambut hari raya Idulfitri. Di mana pada hari tertentu merupakan kesempatan untuk saling memaafkan satu sama lain, baik dengan orang tua, guru, kerabat, dan handai taulan lainnya. Tentu saja moment Idulfitri merupakan waktu yang sangat tepat untuk saling memaafkan.

Hanya orang-orang yang membuka pintu maaf ciri mukmin sejati. Dengan memaafkan hati menjadi lapang dan terbuka. Maaf merupakan kata paling sakti di dunia. Dengan saling memaafkan hati menjadi tenteram, jiwa menjadi ringan dari segala beban yang ada. Apabila sebelumnya hati pernah dikuasai rasa dendam, hari ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan.

Akan tetapi sudahkah kita tahu bahwa memaafkan juga mengundang bala dosa bagi kita. Kita terkadang lupa bahwa bersalaman dengan suami bagi seorang istri itu lebih penting, ketimbang bersalaman dengan para jamaah. Di sini, ajakan bersalaman tersebut merupakan hukum yang harus ditaati. Sehingga haram hukum bagi perempuan yang sudah bersuami bersalaman dengan orang lain, sebelum dengannya.

Alhasil, perempuan yang tidak bisa memuliakan suaminya di pagi Idulfitri, merupakan kerugian yang besar baginya. Bilamana sudah terlebih dahulu menjabat tangan dengan orang lain. Lebih jelasnya, sang istri tidak boleh menjabat tangannya dengan orang lain terlebih dahulu sebelum mencium telapak tangan suaminya.

Betapa mulianya seorang suami, manakala segala kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi di hari raya. Pengorbanan yang sangat getir, bukan hal mudah baginya untuk bekerja dalam mencukupi perlengkapan hari raya. Betapa mulianya sang suami hari itu. Sehingga Tuhan pun menganjurkan agar istri juga memuliakam suaminya.

Memang, dalam mengarungi biduk rumah tangga, tak ada yang mulus dan berjalan sesuai keinginan hati manusia. Tentu saja dalam rumah tangga selalu berselisih paham, pendapat antara suami dan istri, namun tidak jarang yang berakhir pada perpisahan. Alasan lain, dalam rumah tangga antara suami dan istri sulit untuk saling memaafkan apabila sudah terjadi perpecahan. Namun, bukankah maaf itu hal paling mudah dilakukan oleh manusia.

(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (qs âli ‘imrân [3]: 134)

Di samping itu, persoalan memaafkan. Terkadang kita lebih mudah meminta maaf daripada memaafkan. Memberi maaf adalah hal yang sulit dilakukan manusia. Apalagi mendapati rintangan seperti ria dan takabur. Telah tercatat bahwa, orang yang ringan dalam memberi maaf adalah orang-orang pilihan yang dijamin Allah akan surga-Nya. Orang yang pemaaf adalah bersifat dan berkepribadian Rasulullah saw.

Cara istri mencium tangan suami ketika meminta maaf

Realitas kebiasaan yang terjadi ketika hari raya tiba, sang istri memang menanti awal mula suaminya untuk meminta maaf. Tapi hanya sedikit yang tahu tata cara bersalaman tangan dengannya agar tercapai pada surga-Nya Allah.

Meminta maaf pada suami mudah saja dilakukan oleh seorang istri. Cukup dengan menjabat tangan dan melafalkan ucapan maaf. Tapi sudah tahukah Anda bahwa itu belum sempurna pintu maaf Anda di hadapan Allah.

Membuka pintu maaf mudah saja dibukakan oleh manusia. Siapa pun bisa melakukannya. Akan tetapi untuk sampai pada naungan Rabbi, terkadang jauh dari harapan suami.

Seorang istri yang saleha pasti tahu tata cara bermaafan dengan suami, apalagi saat lebaran seperti ini. Istri yang baik senantiasa bukan hanya mendapati maaf dari suami, namun mendapat ampunan dari Allah dan dijamin masuk surga oleh Allah Swt.

Menurut hemat penulis langkah pertama yang harus dilakukan oleh istri adalah mengurus persiapan suami sebelum berangkat ke mesjid, bukan malah berdandan diri dengan mukena yang baru, tujuannya agar mendapati langsung bermaafan dengan Anda.

Khusus di pagi hari raya, alangkah baiknya dilakukan sebelum suami berangkat salat hari raya ke masjid. Ketika ia selesai menggunakan pakaian misalnya, istri langsung menyambut suami dengan lapang dada, kemudian mengambil tangan dan menciuminya penuh takzim.

Tangan langsung diletakkan di ujung hidung, di mana ruas-ruas jari menekan hidung sang istri. Sedangkan pangkal tangan diletakkan di dahi. Setelah itu, agar mendapat surga dari Allah, supaya membalikkan telapak tangannya dan menciumnya sekali lagi. Nah, sudahkah Anda melakukannya di hari raya ini? Jika belum pastikan Anda segera mengulangi, agar senantiasa ruang maaf antara Anda dengan sang suami sampai ke hati. Dan, yang lebih penting lagi adalah mencium tangan seperti yang saya anjurkan di atas merupakan sunah rasulullah. Mencium tangan seperti itu bahkan dapat membangkitkan gairah dan semangat seorang suami untuk lebih mencintai Anda.[]

*Penulis adalah wartawan dan penulis Novel

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK