Kebaikan-kebaikan yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal

ACEHTREND.COM, Tapaktuan – Setiap 1 Syawal, umat Islam merayakan hari raya Idulfitri. Semua akan kembali fitrah dan bersih karena di bulan ini juga sebagai ajang saling maaf memaafkan.

Bagi yang merayakannya akan dimulai dengan salat Idul Fitri yang dilanjutkan dengan ceramah agama. Seperti halnya di Masjid At-taqwa Air Sialang, ceramah agama disampaikan oleh Ustaz Khaifal Muddin, S.Hi.

Dalam ceramahnya itu, ia membahas tentang bagaimana seharusnya umat Islam bersikap di bulan Syawal ini. Dengan mengambil referensi di surah An-nisa ayat 36, ia menjelaskan kepada para jamaah salat id, Rabu (5/6/2019).

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya (QS An-nisa: 36.” Begitulah terjemahan ayat tersebut.

Setelah satu bulan lamanya berpuasa, mengabadikan diri kepada Allah Swt dan meminta ampunannya, tibalah waktunya umat manusia akan bersih kembali seperti kertas putih. “Di bulan ini, selain melakukan hubungan baik dengan Allah swt (habluminallah), kita juga berbuat baik dengan sesama manusia (habluminannas),” ujar Ustaz Khaifal Muddin.

Hal pertama yang perlu dilakukan ialah berbaik hati dan meminta ampunan kepada kedua orang tua. Bila masih mempunyai orang tua perlakukanlah mereka dengan baik dan berikanlah segala keperluannya. Buat ia bahagia di bulan Syawal ini. Namun, bagi orang tuanya sudah tiada maka berbuat baiklah kepada saudara orang tuanya yang masih ada.

“Bagi yang di rantau, pulanglah. Tatap kedua mata ibu bapak kalian. Rangkul mereka, cium, dan pijat kaki mereka. Minta ampunnanya karena Allah tidak akan mengampunkan dosa seseorang apabila orang tuanya belum mengampuni dosa anaknya. Jangan karena gara-gara sudah mempunyai istri, lupa kepada orang tua. Prioritaskanlah kebutuhan orang tuamu dan senangkanlah hatinya di bulan Syawal ini,” sambung Ustaz Khaifal Muddin.

Setelah itu, berbuat baik kepada karib kerabat. Lupakan sejenak persoalan dan masalah yang pernah ada, baik itu dalam perkara harta, tudingan, atau permasalahan lain yang mengakibatkan muncul perasaan dendam di dalam hati.

Berikutnya berbuat baik kepada anak-anak yatim. “Bahwasanya anak-anak yatim itu sangat merindukan sosok seorang ayah, maka di bulan Syawal ini rangkul anak-anak yatim yang ada di sekitar kita. Perlakukanlah seperti anak sendiri, bawa mereka menikmati hidangan lezat dan sertakan mereka pergi jalan-jalan menggunakan mobil mewah yang kita miliki,” sambungnya.

Terakhir, berbaiklah kepada fakir dan miskin serta tetangga dekat, maupun jauh. Itulah hal-hal yang bisa dilakukan pada bulan Syawal ini.

Ceramah yang berlangsung sekitar satu jam itu membuat para jamaah larut dalam kesedihan. Banyak yang meneteskan air mata ketika Ustaz Khaifal Muddin menceritakan tentang beberapa kisah dalam perlakuan baik dengan hablumminannas tersebut.

“Saya bisa merasakan bagaimana sedihnya tidak mempunyai orang tua lagi. Ketika diulas kembali oleh Ustaz Khaifal Muddin tentang berlaku baik kepada orang tua, muncul kenangan bersama ibu dan ayah dulu,” ujar Warsan kepada aceHTrend (5/6/2019) seusai ziarah ke makam orang tuanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Karman. Air matanya tidak bisa terbendung mengingat memori indah bersama orang tuanya. Rasa sedih pun bertambah karena anak laki-lakinya tidak pulang tahun ini lantaran sedang masa pendidikan tentara.

Berbagai macam perasaan yang berbeda dirasakan di setiap jiwa saat mendengar ceramah tersebut. Hingga pada akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing untuk saling meminta maaf dan berbuat baik di bulan Syawal ini.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK