Capcin The Gosta Banda Aceh “Pindah” ke Aceh Singkil

ACEHTREND.COM, Singkil – Di lintasan Jalan Panglima Nyak Makam tak jauh dari toko buku Gramedia, Lampineung, sebagaimana di kawasan lainnya di Banda Aceh, saban sore hingga tengah malam, banyak orang yang berjualan.

Ada yang berjualan menggunakan meja yang diatapi tenda. Ada pula yang berjualan menggunakan gerobak yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Di tenda-tenda dan gerobak itu, dijual beraneka ragam dan jenis makanan. Dari nasi uduk, mi, sate, gorengan hingga makan ringan lain. Tak terkecuali berbagai minuman.

Dari bejibunnya gerobak jualan tadi, tersohorlah salah satu gerobak jualan berlabel The Gosta yang menjual minuman khas.

Minuman khas ini oleh kalangan anak muda terutama mahasiswa Banda Aceh, dinamai dengan capcin. Singkatan dari cappucino cincau.

Ya, minuman berkemasan mangkok plastik itu, berisi cappucino, campur gula, beraroma cincau, dan pelipur rasa dahaga lainnya.

Bagi penyuka kuliner, khusus minuman cappucino, pasti pernah melihat, mangkal, dan belanja di gerobak jualan minuman khas itu. Tak kecuali aceHTrend.

AceHTrend, tergolong acap singgah, mangkal, dan belanja capcin The Gosta. Malah, termasuk pelanggan tetap. Apalagi sepanjang Ramadan kemarin.

“Rasanya belum sempurna buka puasa tanpa capcin The Gosta,” tukas Abel, anak saya yang baru saja tamat SMP.

Sebab, bukan saja cita rasa minuman itu tergolong sangat nikmat karena racikannya yang sangat unik dan khas. Ada rasa vanila, avokado, stroberry, tarro, grape, dll.

Melainkan, penampilan pramusaji di gerobak The Gosta, terkenal sangat familier, ramah, suka menyapa, mudah senyum, dan santun.

Sehingga setiap orang yang pernah belanja dan mencicipi minuman gerobak milik Bung Aree yang berdomisili di Ulee Kareng itu, pasti punya kesan dan kenangan tersendiri.

Sekarang, gerobak jualan capcin yang mangkal di kawasan elite Banda Aceh, sejak minggu terakhir Ramadan hingga Idulfitri 1440 H ini tak ditemukan lagi.

Menurut pedagang yang mangkal di situ, awak dan pramusaji capcin The Gosta sedang pulang kampung, mudik Lebaran.

***

Lebaran kedua, Kamis (6/6/2019) lalu, saat aceHTrend berkeliling-keliling di seputar destinasi wisata Pantai Cemara Indah (PCI) Gosong Telaga, Singkil Utara, Aceh Singkil, saya “menemukan” pramusaji capcin The Gosta Banda Aceh sedang melayani pembeli.

“Ah, terciduk. Buka cabang atau telah jualan di sini?” sapa AceHTrend, pada salah seorang pramusaji capcin The Gosta bernama Wali Fansuri.

“Iya, pulang kampung. Libur kuliah. Sambil pulang lapak capcin The Gosta Lampineung “dipindahkan” sementara ke sini,” ucap Wali.

“Oh, berarti mahasiswa asal Aceh Singkil ya?” tanya AceHTrend.

“Iya. Semua pramasaji termasuk pemilik capcin The Gosta putra Gosong Telaga, Aceh Singkil. Itu makanya label gerobak capcin yang mangkal di kawasan Gramedia Banda Aceh, Lampineung itu, kami beri nama The Gosta. Kependekan dari Gosong Telaga, nama asal kampung kami,” pungkas Wali, mahasiswa UIN Ar-Raniry Darussalam.

Ternyata, anak muda Aceh sekarang sangat kreatif, di samping menjadi mahasiswa, mereka juga gigih menggeluti dunia usah atau entrepreneurship.

Di Banda Aceh saat kuliah, membagi waktu berjualan menambah uang saku. Saat libur kuliah, pulang kampung, lagi-lagi berjualan.

Pulang kampung yes. Uang pun yes. Dasar jiwa entrepreneur. Hebat![]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK