Duh, Pengunjung Masjid Raya Tak Jaga Kebersihan

@Hamdani

Oleh Hamdani

Perasaan sedih, marah, dan malu bercampur aduk menjadi satu ketika melintasi halaman rumah Allah di Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh tersebut. Sedih karena megahnya masjid tersebut ternyata tidak diikuti oleh perilaku pengunjung yang tidak segan-segan membuang sampah di lantai halaman masjid yang terbuat dari granit sehingga menyebabkan rusaknya pemandangan keindahan masjid.

Tadi sore, Minggu (9/6/2019) sekira pukul 18.30 WIB atau sesaat menjelang waktu Magrib, Masjid Raya Baiturrahman masih dipenuhi oleh pengunjung yang menghabiskan libur Lebaran mereka sebelum esok hari mulai masuk kerja kembali.

Diperkirakan jumlah pengunjung setiap hari yang berwisata ke masjid bersejarah itu tidak kurang dari 150 orang. Rata-rata mereka datang bersama sanak saudara dan keluarga bahkan dari luar Banda Aceh.

Dari halaman parkir terlihat sejumlah bus berukuran sedang penuh berjejer menunggu rombongan penumpang. Dari plat polisi bus-bus tersebut menandakan jika pengunjung berasal dari berbagai daerah. Ada dari Pidie, Takengon, Meulaboh, dan Aceh Besar.

Melihat sampah yang berserakan di lantai masjid membuat hati kita terenyuh, mungkin sedikit ada rasa kesal dan marah. Sejatinya masjid sebagai rumah Allah harus kita jaga kebersihan dan kesuciannya, bukan justru mengotori.

Perilaku pengunjung seperti ini sama saja tidak menghargai pengurus masjid yang sudah mengimbau agar tidak makan/minum di dalam pekarangan masjid. Peringatan tersebut tertulis jelas di papan yang sengaja dipajang di bagian depan pintu masuk.

Persoalan sampah mengotori halaman Masjid Raya Baiturrahman berdasarkan amatan sejumlah pihak bukanlah kali ini saja, sebelumnya media sudah sering memberitakan ulah para pedagang yang menjajakan dagangan mereka di pintu masjid tanpa menghiraukan sampah yang berserakan.

Setelah disorot oleh pewarta atau sekelompok masyarakat yang masih peduli dengan kebersihan Masjid Raya, kemudian halaman masjid sebentar jadi bersih dan rapi. Namun tak lama setelah itu kebiasaan buruk itupun kembali lagi.

Sebagai daerah yang menjalankan syariat Islam dan pengunjungnya pun Islam tentu hal tersebut sangat memalukan. Bagaimana mungkin agama yang mengajarkan kebersihan bahkan nilai kebersihan dalam Islam dianggap sebagian dari iman, tetapi umatnya justru buang sampah sembarangan, di masjid lagi.

Yusra (45), salah seorang pengunjung yang datang dari Darussalam merasa sangat kecewa kepada pengunjung yang tidak punya rasa peduli dengan sampah dan kebersihan. Ia mengaku selalu berkunjung ke masjid raya setiap minggunya tetapi hari ini benar-benar membuat hatinya sangat sedih melihat lantai halaman masjid penuh dengan manusia sekaligus bercampur dengan sampah.

“Bagaimana kita bisa katakan orang beriman jika masjid saja mau mereka kotori, bukannya menjaga kompleks Masjid Raya ini bebas sampah dan nyaman untuk dikunjungi, justru dijadikan tempat makan/minum lalu sampahnya ditinggali di sini,” ungkap Yusra dengan nada kesal.

Padahal kita baru saja melaksanakan ibadah puasa, di mana di dalam Ramadan diajarkan untuk disiplin, menjaga diri dari berbagai lingkungan yang buruk, menjaga kesehatan, dan lainnya.

“Nyatanya begitu Lebaran, perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam malah tidak berubah. Berarti ini tergolong dalam kelompok orang-orang yang gagal menjalankan ibadah puasa yang sesungguhnya,” seorang warga lainnya menimpali.[]

*Warga Banda Aceh

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK