Hajar Jahannam dan Pedagang yang Berbisik Pelan

Bagi pelancong yang mengunjungi Mekkah dan Madinah, salah satu souvenir yang dicari adalah hajar jahannam. Menurut situs Liputan6.com, dalam bahasa Arab, kata hajar berarti batu. Sementara jahanam adalah nama salah satu neraka. Jadi, hajar jahanam menurut arti bahasa berarti batu neraka. Kendati demikian, hajar jahanam bukanlah batu, melainkan getah mengeras yang diambil dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang hanya ada di Mesir dan India. Getah tersebut diolah sedemikian rupa oleh pakar-pakar peramu obat tradisional dan digunakan untuk menangkal ejakulasi prematur.

Nah, walau merupakan obat tradisional untuk orang dewasa yang diproduksi di dua negara itu, tapi Mekkah dan Madinah adalah pasar bagi hajar jahannam. Pun demikian, walau namanya telah diperbincangkan oleh orang dewasa di berbagai belahan dunia, hajar jahannam masih dijual secara sembunyi-sembunyi.

Saya mencoba menanyakan kepada beberapa pedagang di Mekkah dan Madinah. Dengan suara agak keras saya menyebutkan hajar jahannam. Spontan penjual mengedipkan mata sembari membunyikan mulut: Shuuut!
Apalagi ketika ada pembeli perempuan.

Di rak, hajar jahannam tidak dipajang. Saya bertanya mengapa tidak dipajang saja agar mudah ditemukan oleh pembeli yang tidak berani menanyakan secara langsung. Tidak ada yang menjawab secara pasti. Mereka hanya tersenyum sembari meletakkan jemari di mulut, shuut!

Di kedua kota ini, ada dua jenis hajar jahannam yang dijual. Bentuk krim dan batu. Hajar jahannam krim agak wangi khas kosmetik. Sedangkan yang berbentuk batu nyaris bulat, khas bau getah dan berwarna seperti solar. Ukurannya kecil dan sangat keras. Merujuk cara pemakaian di internet, yang keras itu harus direndam dalam air hangat dan setelah warna air berubah agak kecoklatan, baru bisa dioles. Sedangkan yang krim tinggal oles, 15 menit kemudian, action! Saya sendiri membeli kedua-duanya, tapi setelah tiba di Aceh saya hadiahkan kepada seseorang yang penasaran. Beberapa kali saya sempat menanyakan khasiatnya, tapi tak pernah ada jawaban.

Saya menjadi ragu tentang khasiat hajar jahannam setelah membaca laporan dari detik.com,lebih dari 1.650 orang di Arab Saudi meminta cerai karena kurangnya hubungan seks dalam pernikahan mereka.

Demikian menurut data statistik tahun 2013 yang baru dirilis Kementerian Kehakiman Saudi seperti dilansir media Al Arabiya,Rabu (29/1/2014).

Dari jumlah itu, mayoritas gugatan cerai diajukan oleh kaum perempuan. Sepanjang tahun 2013 itu tercatat, 1.371 gugatan cerai diajukan oleh kaum Hawa. Sementara hanya 238 gugatan cerai yang diajukan kaum pria.

Menurut Ahmed Saqia, penasihat hukum dan mantan hakim, pengajuan cerai kebanyakan terjadi di kampung halaman si wanita dan persidangan berlangsung tak lebih dari delapan hari, mengingat “sensitifnya masalah ini.”

“Masyarakat kita dipengaruhi oleh lingkungannya. Sebagian orang, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan pinggiran, yakin bahwa pergi ke pengadilan (karena kurangnya seks) adalah hal yang memalukan,” tutur Saqia kepada Al Arabiya.

*)Penulis adalah CEO aceHTrend.

KOMENTAR FACEBOOK