Rafli: Referendum Bukan untuk Melawan Negara

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Caleg DPR RI terpilih, Rafli Kande, mengatakan referendum bukan untuk melawan negara, melainkan mempertegas kewibawaan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh pascatanda tangan MoU Helsinki 2005 di Helsinki, Finlandia terhadap target pencapaian Aceh selama 14 tahun perdamaian.

Hal itu disampaikan Rafli atas prokontra pernyataan Mualem yang dinilai terkesan menggugurkan nilai referendum yang pernah dilontarkannya saat haul Hasan Tiro pada bulan Ramadan lalu.

“Ketulusan cinta rakyat Aceh untuk memperpanjang saf jamaah dalam Indonesiaan, memang sudah menjadi ikrar yang membatin oleh para indatu, dan ini adalah pahala terbesar di sisi Allah. Kita-kita sebagai saksi konflik Aceh, paham betul bahwa pertikaian itu sangat menyakitkan,” kata Rafli melalui siaran pers, Rabu (12/6/2019).

Rafli mengatakan, nikmat aman adalah nikmat kedua setelah nikmat iman. Karena itu ia mengajak agar semua pihak bersatu padu menjaga perdamaian ini. Ia sendiri katanya, terus menyarakan pesan-pesan perdamaian itu melalui syair-syairnya untuk membangun kebersamaan, saling menghormati dan menghargai, menjaga alam dan lingkungan, serta menghidupkan kearifan lokal dan semangat berkreativitas.

“Semua itu bisa terwujud dalam situasi aman dan damai. Ubat hate Allah Allah, Ubat susah rame syedara,” kata Rafli mengutip salah satu ungkapan lirik dalam lagunya.

“Sebagai pejabat publik yang didelegasikan oleh rakyat Aceh, saya mau ikut dalam perbincangan berkualitas demi meningkatkan harkat martabat kemanusiaan kita di Aceh, Indonesia. Saya tidak mau isu referendum berujung konyol ataupun menjadi pertumpahan darah,” ujar anggota DPD RI Asal Aceh periode 2014 – 2019 itu.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK