Camat Minta Dana Gampong Rp10 Juta untuk Peringatan Tsunami, Wabub Pidie: Surat Itu Sudah Dicabut

ACEHTREND.COM, Sigli – Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud terkejut dengan beredarnya surat permintaan untuk kegiatan peringatan gempa dan tsunami ke-15 di Provinsi Aceh. Adapun surat dengan nomor 412/335/2019 tertanggal 06 Mei 2019 yang isinya adalah perangkat desa diminta menganggarkan dana gampong sebesar Rp10 Juta.

“Kita sudah memanggil camat yang bersangkutan dan telah mencabut surat tersebut,” ujar Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud kepada aceHTrend via telepon seluler, Kamis (13/6/2019).

Fadhlullah menjelaskan adanya kesalahpahaman terkait beredarnya surat yang dikeluarkan oleh Camat Kota Sigli. Beberapa bulan lalu, jelas Fadhullah, ia menggelar rapat bersama SKPK dan sejumlah camat-camat pesisir untuk membicarakan persiapan peringatan gempa dan tsunami ke-15 di Kota Sigli. Menurutnya, Provinsi Aceh yang merupakan titik sentral peringatan tsunami dunia perlu memperingatinya dengan penuh makna.

Hal ini mengingat Kabupaten Pidie merupakan salah satu provinsi yang paling parah terkena dampak musibah gempa dan tsunami pada satu dekade silam. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pihak agar proaktif dalam mengisi kegiatan tersebut, di antaranya melaksanakan zikir dan kegiatan positif lainnya yang sarat dengan nilai-nilai religius.

“Jadi peringatan itu bukan hanya sebatas seremonial saja, tapi juga kita bisa turut serta mengisinya dengan nilai-nilai positif dan edukatif. Contohnya diselenggarakannya program mitigasi bencana sebagai proteksi dini bagi masyarakat jika terjadinya gempa,” ujar Fadhlullah TM Daud.

Orang nomor dua di Kabupaten Pidie ini menegaskan, dirinya tidak pernah memerintahkan untuk mengutip dana gampong pada puncak kegiatan tersebut. Pasalnya, dana itu hanya boleh digelontorkan untuk kegiatan mendesak sesuai prosedur hukum.

“Tidak ada kita perintahkan untuk mengutip dana gampong. Yang ada adalah instruksi setiap aparatur gampong untuk turut berpantisipasi pada puncak peringatan tersebut. Setiap aparatur gampong boleh mengalokasikan dana gampongnya pada acara tersebut. Jadi, dana gampong itu hanya digunakan dan sekaligus dinikmati oleh warganya sendiri,” pungkas Fadhlullah.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK