Imam Muda Asal Sudan Jatuh Cinta Kepada Aceh

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Jamaah Mesjid Oman, Banda Aceh, pada Ramadhan 1440 Hijriah kedatangan tamu istimewa. Seorang lelaki muda asal Sudan yang merupakan hafidh 30 juz dengan suara empuk. Lelaki tersebut bernama Hammam Tagelsir Abozaid Mustafa.

Ditemui di Bin Ahmad Coffee, Tibang, Banda Aceh, seusai shalat tarawih pada akhir Ramadhan, Syeikh Hammam yang masih berusia 27 tahun mengaku kehadirannya ke Aceh sudah dua kali berturut-turut. Lelaki berkulit hitam tersebut merupakan imam tetap di Masjid Haji Noor, Khartoum, Sudan.

Selama di Aceh Hammam bertugas sebagai imam tarawih di Mesjid Oman. Selain itu di sela-sela tugas utamanya sebagai imam shalat, ia juga menyempatkan diri membetulkan bacaan Quran anak muda Aceh yang sedang giat-giatnya menghafal Quran.

Sepanjang berada di Aceh, apa yang menarik perhatian sang imam? Rupanya ia terpesona dengan keramahan orang Aceh yang ditemuinya di mana saja selama berada di Serambi Mekkah. Menurut sang syeikh muda tersebut, orang Aceh sangat ramah dan bersahabat.

“Atas alasan itu pula saya menolak tawaran menjadi imam tarawih di Turki dan Qatar. Saya tidak tertarik walau dibayar mahal di sana. Saya jatuh cinta kepada Aceh,” katanya sembari diterjemahkan oleh ustad muda Aceh Dyaurrahman, Lc., yang juga seorang imam dan penghafal Quran.

Hammam juga jatuh cinta kepada kopi Aceh. Tiap malam ia selalu menyempatkan diri menyeruput kopi bersama teman-temannya di Aceh sembari berdiskusi tentang Islam. Hammam menasehati sebaiknya kopi tidak dicampur dengan es, karena tidak baik bagi pita suara. Juga tidak sehat.

Secara umum tidak ada perbedaan Ramadhan di Aceh dan Sudan. Warganya berpuasa di siang hari dan tarawih pada malam hari. Hanya saja di Sudan beberapa waktu sebelum buka warga beramai-ramai mensedekahkan penganan berbuka kepada siapa saja yang melintas di depan rumah mereka. Di mesjid pun makanan berbuka disediakan gratis dalam jumlah sangat banyak.

“Kalau di Aceh warga beramai-ramai menggelar dagangan takjil di pinggir jalan. Ini perbedaan paling kentara antara Aceh dan Sudan,” katanya.

Bila di Aceh pelaksanaan shalat tarawih dengan jumlah 8 dan 20 rakaat, maka di Sudan mayoritas delapan rakaat. Akan tetapi bacaan surah Quran sangat panjang dibaca oleh imam. Umumnya satu juz satu malam. Di sana mazhab yang dianut oleh mayoritas adalah Maliki. []

KOMENTAR FACEBOOK