Cerita Awien Syuib yang Sukses sebagai Kreator Konten di YouTube

Pemuda yang mempunyai nama lengkap Muhammad Al Munawir ini telah mengantongi berbagai prestasi dalam bidang videografi. Di antaranya ialah juara I lomba vlog se-Sumatra yang diadakan oleh Kreatrip Telkomsel, juara 2 Police Movie Festival oleh Satlantas Aceh Besar, dan juara 2 Video Islamic Art Festival.

Selain itu pemuda yang memiliki akun Youtube dan Instagram Awien_Syuib ini juga pernah menjadi Digital Mentor Telkomsel untuk wilayah Aceh dan Sumut. Ia juga sering dilibatkan sebagai pemateri oleh beberapa kampus ternama dan Pemerintah Aceh untuk menyampaikan materi tentang sosial media. Meskipun mempunyai banyak prestasi dan dikenal banyak orang, Awien masih belum puas dengan pencapaiannya itu.

“Jangankan saya, semua orang rasanya jauh dari kata puas, selalu pengin lagi dan lagi,” ujar Awien yang memulai kariernya di konten video pada akhir 2014 lalu itu.

Awal mulanya Awien tertarik dalam dunia videografi karena seorang temannya yang bernama Ipal menunjukkan sebuah aplikasi editing video yaitu Sony Vegas Pro. Namun, temannya itu tidak mengerti cara mengoperasikannya. Untungnya Awien pernah melihat seorang teman yang menggunakan aplikasi tersebut, berkat uji coba mengutak-atik aplikasi tersebut, akhirnya Awien bisa membuat video dengan aplikasi tersebut.

Di awal tahun 2015, mulailah Awien membuat video pendek untuk Instagram. “Itu masih zamannya 15 detik videonya, tapi sekarang sudah mulai membuat video panjang di Youtube. Saya pun ikut bergabung dengan komunitas Acehvidgram dan mulailah membuat video perjalanan. Saya menyinkronkan antara Instagram dengan Youtube, video penuhnya diunggah ke Youtube dan cuplikannya diunggah ke Instagram,” kata Awien kepada aceHTrend, Kamis (13/6/2019).

Kini pemuda kelahiran Aceh Utara, 5 April 1995 ini mempunyai ribuan pengikut di Instagram dan Youtube. Videonya yang kocak dan inspiratif membuat banyak orang terhibur sehingga pundi-pundi rupiah pun mengalir melalui akun-akun yang dikelolanya itu.

Penghasilan yang didapat dari Youtube, video iklan Instagram, dan projek video bareng IMM Production, telah mampu membiayai kehidupannya, termasuk biaya kuliahnya yang kini sudah memasuki semester 12. Namun, di balik kesuksesannya menjadi youtuber, ada hal yang membuat kariernya tersendat karena tugas wajib berupa skripsinya belum selesai.

“Kalau tugas wajib ini belum selesai, susah untuk ngapa-ngapain. Rasanya dunia ini berhenti berputar, apa-apa nyangkut sehingga untuk fokus membuat video pun juga terganggu. Mohon doanya sajalah agar tugas wajib saya bisa selesai dengan cepat,” ujar mahasiswa akhir dari jurusan Agrobisnis Universitas Syiah Kuala ini.

Saat ini, kegiatan Awien ialah menyicil sedikit demi sedikit skripsinya demi mendapatkan gelar sarjana untuk melunasi janji kepada orang tuanya. Namun, di sela-sela itu ia juga membuat video dan tetap menerima iklan dari berbagai pihak ketiga yang menggunakan jasanya.

Dalam membuat video tentunya Awien tidak luput dari kendala, salah satunya penyakit malas dan menunda pekerjaan yang belum bisa ditaklukkan oleh anak ke-2 dari 6 bersaudara ini. “Padahal idenya sudah ada, tapi gara-gara ditunda akhirnya nggak dibuat. Jadi, hal-hal yang seharusnya masih fresh karena menunda-nunda pekerjaan akhirnya momentumnya kelewatan,” kata Awien dengan nada kesal.

Namun, di tahun ini anak dari pasangan Syuib dan Syarifah itu bertekad akan menghilangkan penyakit malas dan menunda tersebut karena ia sudah mempunyai target yang harus diselesaikan. “Mohon doanya tahun ini saya bisa wisuda dan tahun depan menikah, amin,” ujar Awien yang berencana akan menjadi pengusaha kuliner dan travel seusai kuliah nanti.

Belajar dari kehidupan youtuber asal Aceh Utara ini, tentu tidak semua bidang dapat dijalankan dengan sukses. Akan tetapi selama ada kemauan dan usaha semua dapat dicapai seiring berjalannya waktu. Awien berpesan kepada generasi muda Aceh agar terus mencoba melakukan sesuatu yang baru dan tentunya dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK