Nikmati Sajian Mi Gratis di Festival Mi Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Bagi penggemar kuliner mi Aceh, jangan sampai terlewatkan salah satu event dari calender of event (CoE) Banda Aceh, yaitu Festival Mi Aceh. Festival ini bertepatan dengan malam puncak HUT ke-814 Kota Banda Aceh yang dijadwalkan pada 15-18 Juni 2019.

Kegiatan Festival Mi Aceh yang berlangsung selama tiga hari itu bertempat di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Acara tersebut akan dibuka pada Sabtu malam (15/6/2019) oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Menurut Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar, S.sos Msi, tema yang diangkat dalam Festival Mi Aceh kali ini tergolong unik, yaitu dengan menggunakan bahasa Aceh.

Mi Aceh wate ta taguen meualat, wate ta pajoh meusap-sap. Jadi kalau kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia mi Aceh ini dibuat dengan bumbu yang spesifik, waktu dimakan terasa nikmat,” ujar¬†Iskandar, saat diwawancarai aceHTrend, Jumat (14/6/2019).

Iskandar juga menambahkan, pada festival tahun ini ada konten yang ingin ditonjolkan di acara tersebut. Pertama, bagaimana cara membuat mi yang sehat dan halal, tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan. Kedua, proses pembuatan bumbunya, dan ketiga proses memasak serta penyajiannya yang tentunya bersih dan halal.

Di Festival Mi Aceh nantinya akan ada 20 stan pameran yang terdiri atas 12 stand mi Aceh dan 8 untuk komunitas. Setiap malamnya ada sekitar 100-150 porsi mi Aceh yang disediakan secara gratis untuk para pengunjung.

“Di Festival Mi Aceh ini nantinya juga ada juara 1, 2, dan 3. Jadi, penilaiannya dilakukan berdasarkan poling yang diberikan oleh para pengunjung yang hadir. Rasa mi ini tentunya kan beda-beda, biar masyarakat yang menentukan mi mana yang paling enak dan maknyus sesuai selera mereka. Pemenang lomba akan diberikan piala wali kota,” tambah¬†Iskandar.

Selain itu, di festival ini juga mengundang Benu Buloe Presenter Kuliner dari Kompas TV. Acara ini juga dimeriahkan oleh musisi Aceh seperti Rialdoni, Andie Seuramoe Regge, Inverno, dan tarian kolosal pada malam pembukaan acara.

Disbupar Kota Banda Aceh berharap dengan adanya Festival Mi Aceh ini bisa mempromosikan makanan yang berasal dari Aceh ini secara menyeluruh tidak hanya di dalam negeri, tapi juga ke berbagai negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, dan sebagainya. Sasarannya ialah wisatawan domestik dan mancanegara, terutama untuk mengedukasi bagaimana cara pembuatan dan penyajiannya menjadi makanan yang halal dan baik.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK