Melihat Aksi Pelukis Mural Promosikan Gampong Nusa

@aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Jantho – Sejumlah pelukis mural dari berbagai komunitas menyemarakkkan The Art Colour of Sensation 2019 di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Para penggila media tembok ini ikut andil dalam mengespresikan diri menampilkan karya terbaiknya.

Para komunitas penggila warna-warni itu berasal dari lintas komunitas. Meraka berasal dari komunitas Apotik Warna, Kanot Bu, Akarimaji, Dua Garis, Doodle Art, Panyoet, dan lain-lain. Di sana, mereka menumpahkan ekspresinya dengan cara menggoreskan kuas pada media papan yang sudah disediakan panitia.

Event ini bersifat rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Pemerintah Aceh yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh sejak tahun 2018. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin saat membuka even ini mengatakan, peran pelukis diharapkan mampu mempromosikan gampong Nusa sebagai desa kreatif berbasis ekowisata.

“Lewat karya-karya terbaik mereka, kita berharap mampu menvisualkan segala aktivitas masyarakat Gampong Nusa dalam mempromosikannya sebagai desa kreatif berbasis ecotourism,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Sabtu (15/6/2019).

Hal senada juga diungkapkan Arnis Muhammad selaku ketua panitia dari komunitas pelukis mural. Melalui karya kreatif mereka, Gampong Nusa selalu aktif dan terus menggeliat di bidang pariwisata,memelihara adat dan budaya Aceh serta selalu menjaga ekosistem lingkungan. Tujuannya agar tetap terpelihara khasanah, adat dan budaya Aceh yang bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

“Ini merupakan kontribusi kami dalam menvisualkan aktivitas sehari-hari masyarakat gampong Nusa sebagai kampung kreatif berbasis ekowisata,” ujar Arnis Muhammad selaku ketua panitia lukisan mural kepada aceHTrend, Sabtu (16/6/2019).

Arnis berharap, kegiatan ini dapat menepis stigma negatif yang selama ini diberikan pada pelukis mural dan karyanya. Melalui kreativitas inilah, ia berharap bisa menghilangkan stigma yang seringkali menimpa karya-karya mural bahwa itu kumuh, kotor dan mengganggu.

“Kami sangat berharap kegiatan ini akan berdampak bagus bagi masyarakat secara edukatif maupun apresiatif, sehingga dapat memantik semangat para pelaku bisnis agar dapat melakukan hal yang sama setidaknya memberikan apresiasi bagi para pelaku seni khususnya seni rupa,” timpal Idrus bin Harun.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK