Diserang Anggota DPRA, Peneliti JSI Nilai Pemerintah Aceh Tak Percaya Diri

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Peneliti Jaringan Survey Inisiatif (JSI) Nasrul Rizal, Minggu (16/6/2019) menilai Pemerintah Aceh tidak memiliki rasa percaya diri yang mumpuni, setelah dihantam badai kritik oleh anggota DPRA Asrizal Asnawi terkait kinerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Peneliti muda tersebut melalui siaran pers yang dikirim ke aceHTrend, mengatakan, ketika Asrizal mensinyalir ada Pokja Biro PBJ yang melakukan negoisasi fee hingga Rp 750 juta sebelum memenangkan suatu paket, Pemerintah Aceh adem ayem saja.

Seharusnya Pemerintah Aceh segera meminta bukti-bukti kongkrit untuk ditindaklanjuti. Bila hal itu tidak dilakukan, publik akan menilai bahwa apa yang dilontarkan oleh politisi dari Partai Amanat Nasional itu merupakan suatu pembenaran.

Ia juga mengkritisi Taufik A Arahim yang memposisikan diri sebangai pengamat yang ikut mengkritik BPJ. Seyogyanya tidak sekadar melontarkan rumor. Apabila menghembuskan isu ada elite menguasai proyek APB. “Tunjuk saja hidungnya. Jadi pengamat jangan asal bunyi, tapi sodorkan bukti-bukti agar tidak dinilai memiliki tendensi tertentu,” sebut Nasrul.

Kata Nasrul melanjutkan, apabila politisi maupun para pengamat tidak dapat menunjukkan bukti-bukti terhadap apa yang telah dilontarkan ke ruang publik, hal itu merupakan bentuk black campain yang membuat kian buruknya wajah Pemerintah Aceh di mata masyarakat. Pemerintah Aceh jangan ragu-ragu melakukan langkah hukum atas pencemaran nama baik tersebut.

“Bila asal tunding tanpa bukti bisa berarti fitnah kubra bagi Pemerintah Aceh, dan bisa dibawa ke ranah hukum,” kata Nasrul.

Ia berharap Kepala Biro Pemerintah Aceh hendaknya lebih peka dan responsif menanggapi rumor yang berkembang di ruang publik. Begitu juga Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh. Jubir Pemerintah Aceh yang memiliki akses by line (langsung) kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sejatinya langsung berkomunikasi dengan orang namor satu Aceh untuk menyikapi setiap situasi yang berkembang di media massa.

“Karo Humas dan Jubir sebagai corong Pemerintah Aceh jangan cari aman dengan cara tiarap di kantornya,” kata Nasrul dengan nada tinggi.

Dua juru bicara Pemerintah Aceh yaitu Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani, sejak siang sudah dikontak oleh aceHtrend untuk dikonfirmasi.Tapi hingga pukul 00: 55 WIB, Senin (17/7/2019) Wira belum tersambung. Saifullah sudah bersedia memberikan jawaban, tapi belum kunjung mengirimkan jawaban yang dijanjikan dalam bentuk tulisan. []

KOMENTAR FACEBOOK