Mahasiswa Syariah STAIN Meulaboh Diberi Pembekalan Sebelum Praktik Kerja

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Sebanyak 164 mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh diberikan pembekalan sehari penuh sebelum melakukan praktik lapangan selama dua bulan di kantor pemerintahan dan bank syariah di Kabupaten Aceh Barat, Selasa (18/6/2019).

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah dalam sambutannya mengatakan, tantangan mahasiswa ke depan makin kompleks terutama dalam lapangan kerja di era Industri 4.0. Sumber daya manusia itu sangat dominan dalam mengelola semua bentuk kegiatan dalam sebuah organisasi dan perusahaan.

“Mahasiswa itu harus mempunyai dua skill sebagai kemampuan bersaing ke depan adalah hard skill dan soft skill kemampuan inilah nanti akan menjadi mahasiswa  berhasil dalam  praktik lapangan,” jelas Inayatillah.

Sementara itu Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Muhsinuddin, MM, sebagai ketua panitia mengatakan, mahasiswa sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan praktik lapangan selama dua bulan penuh diberikan pembekalan dan materi selama satu hari di kampus setempat. Sebagai pematerinya adalah pimpinan Bank Danamon Meulaboh Yulia Isny.

“Ia memberikan materi tentang kemampuan persaingan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja perbankan dalam menghadapi era milenial,” ujarnya melalui siaran pers.

Selain itu juga ada pemateri dari Ketua Mahkamah Syari’ah Kabupaten Aceh Barat dengan topik Tantangan dan Peluang Kerja Sarjana Hukum Islam dan Syaibatul Hamdy, selaku Ketua Program Studi Hukum Pidana Islam STAIN Meulaboh dengan topik Kebijakan Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Kemampuan Intelektualitas Mahasiswa.

Menurut Yulia Isny, perbankan syariah menerapkan prinsip hukum Islam berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah, yakni Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Pasal 1 angka 12. Kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syariah antara lain, kegiatan usaha yang tidak mengandung unsur riba, yaitu penambahan pendapatan secara tidak sah (batil); mMaisir, yaitu transaksi yang digantungkan kepada suatu keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan; gharar,  yaitu   transaksi   yang   objeknya  tidak   jelas,   tidak   dimiliki,   tidak   diketahui keberadaannya atau tidak dapat diserahkan pada saat transaksi dilakukan kecuali diatur lain dalam syariah; haram, yaitu transaksi yang objeknya dilarang dalam syariah.

“Atau zalim, yaitu transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lain,” tegas Yulia Isny.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK