Presma Unaya Minta Karutan Lhoksukon Bertanggung Jawab atas Kaburnya Puluhan Napi

Rahmatun Phounna

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh Rahmatun Phounna meminta kepala rutan bertanggung jawab atas kaburnya 73 narapidana di Rumah Tahanan Negara Cabang Lhoksukon, Aceh Utara akibat kerusuhan pada Minggu (16/6/2019).

Ia menilai, kaburnya para tahanan merupakan akibat dari kelalaian petugas keamanan yang berada di rutan tersebut sehingga para napi bisa membobol pintu utama rutan.

Rahmatun Phounna juga meminta Kepala Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Aceh, Agus Toyib, agar mengevaluasi kinerja seluruh kepala lapas di Aceh dan mencopot Kepala Rutan Lhoksukon, Yusnal.

“Alasannya, Yusnal tidak mampu mengendalikan keamanan dan ketertiban terhadap narapidana tersebut,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, Rutan Lhoksukon memiliki kapasitas maksimal 70 narapidana, tapi saat ini sudah melebihi kapasitas karena memuat 499 narapidana. Adapun 70 persen narapidana yang mendekam di sana terjerat kasus narkoba.

“Jelas over kapasitas. Di sana hanya muat untuk 70 orang yang diisi 499 orang. Bayangkan saja untuk 70 orang. Seharusnya petugas rutan dengan over kapasitas harus meningkatkan kewaspadaan, sehingga setiap kegiatan warga binaan bisa terpantau dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta Kepolisian Resort Aceh Utara untuk bergerak cepat dan mengejar para narapidana yang masih kabur agar segera dikembalikan ke rutan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK