Budi Daya Udang Vaname Potensial Dikembangkan di Kawasan Krueng Mane

Geuchik Ulee Madon, Salahuddin, sedang melihat lokasi budidaya bibit udang vaname di gampong setempat. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Kawasan Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara salah satu daerah yang memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan usaha budi daya udang vaname. Daerah itu memiliki sumber air yang sangat cukup sebagai pendukung usaha tersebut.

“Para petani saat ini terus mengembangkan budi daya udang vaname di sepanjang pesisir pantai Krueng Mane, bahkan ada juga membuka tambak atau kolam baru dilakukan dengan tradisional,” kata Geuchik Ulee Madon, Salahuddin AB, kepada aceHTrend, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, usaha budi daya udang vaname di daerahnya itu terus berkembang pesat, tambak baru terus dibangun baik itu perorangan dan ada juga milik desa.

“Misalnya, di Gampong Ulee Madon, rata-rata warga sudah beralih menjadi petambak udang vaname, selain itu di gampong setempat juga ada diproduksi bibit udang tersebut, jadi setiap petambak tidak harus lagi mendatangkan bibitnya dari Medan (Sumatera Utara),” katanya.

Disebutkan, dalam satu tambak biasanya ditaburkan sekitar 100 ribu bibit udang vaname, setiap panen raya (129 hari) biasanya mendapatkan 2,5 ton atau 3 ton dan nanti udang tersebut akan diambil pengusaha asal Medan dengan harga sekitar Rp97 ribu per kilogram. Kemudian dipasok ke restoran dan diekspor ke luar negeri.

Dia menambahkan, di desanya ada beberapa kolam baru yang akan dibuka, salah satunya milik gampong yang akan dikelola langsung oleh BUMG.  Sementara untuk perawatan tidak terlalu sulit, tapi harus dilakukan monitoring setiap hari dan memberi pakan dengan teratur.

“Di kecamatan Muara Batu ini, yang desanya wilayah pesisir pantai rata-rata terus membuka lahan atau kolam baru untuk budi daya udang vaname, jadi tentunya kecamatan ini sangat tepat dijadikan sebagai central udang vaname,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK