Gandeng Pepil Coffe, Yayasan Pintu Hijrah Luncurkan Program Membantu dengan Membeli

Wabup Muslizar didampingi Ketua IPWL Pintu Hijrah Dedi Saputra saat mengunjungi pasien rehab sosial narkoba (Foto: Humas IPWL Pintu Hijrah)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Yayasan Pintu Hijrah (SIRAH) terus memiliki program baru untuk membantu korban penyalahguna narkotika yang sedang menjalani rehabilitasi di di IPWL Pintu Hijrah dengan menggandeng Pepil Coffee.

“Dengan membeli kopi (Pepil Coffe) maka warga miskin yang menjadi korban penyalahguna narkotika dapat menjalani program rehabilitasi,” kata Ketua Umum SIRAH Dedy Saputra ZN, S.Sos.I, Kamis (20/6/2019).

Dedy menuturkan, ini adalah wujud keseriusan SIRAH dan Pepil Coffee dalam membantu pecandu miskin yang sedang menjalani proses rehabilitasi, karena pihaknya tidak bisa hanya berharap pada biaya subsidi dari pemerintah yang sangat kecil untuk pelaksanaan rehab sosial.

“Karenanya diperlukan dukungan banyak pihak, seperti apa yang dilakukan oleh teman-teman pengusaha kopi gayo ini,” imbuhnya.

Menurut Dedy, ada pemahaman yang berkembang jika pecandu narkotika adalah orang-orang yang memiliki kemampuan secara ekonomi. Dedy membantah pemahaman tersebut. “Dulunya ia begitu, tapi akhir-akhir ini korban penyalahgunaan narkotika juga merambah masyarakat ekonomi rendah, dan inilah yang selalu kita sebut bahwa bangsa kita sedang dijajah,” ujarnya.

Alumni Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry itu mengucapkan terimakasih kepada para pengusaha kopi yang telah melakukan terobosan dalam membantu rehabilitasi sosial IPWL Pintu Hijrah.

Pepil Coffee.

“Insya Allah dalam waktu dekat, akan banyak pihak – pihak lain yang juga melakukan kegiatan yang berbeda menurut skil dan profesi mereka dalam membantu rehabilitasi masyarakat miskin di IPWL kita,” ungkap Dedy.

Pengusaha Kopi Gayo yang juga pemilik Pepil Coffe, Mustawalad, menjelaskan program membantu dengan membeli kopi tersebut. Mustawalad menjelaskan, Pepil Coffe adalah salah satu merk kopi yang hanya menjual kopi Spesialti. Dimana, biji kopi untuk pembuatan bubuk kopi ini dipetik dari kebun petani ketika buah kopi telah matang sempurna. Biji kopi ini diambil dari petani kecil yang luas kebun kopinya rata-rata tidak sampai 2 hektar.

Mustawa menambahkan, dalam istilah perdagangan kopi dunia terdapat standard penyebutan kualitas kopi, yaitu kopi spesialti, kopi grade 1 dan kopi komersil. Kopi Spesialti adalah kopi dengan nilai citarasanya (cupping score) di atas 80 standard SCAA dan tidak ada cacat dan rasa yang tidak disukai dari kopi tersebut, dan kopi Grade 1 adalah kopi yang nilai kecacatannya 5 dan cupping scorenya antara 70-79, sedangkan kopi komersil adalah kopi yang banyak beredar yang sering disebut kopi ecek-ecek.

“Banyak yang akan terbantu dengan dibelinya kopi ini. Terutama petani yang nantinya akan mendapat nilai premium dan akan dibagikan dalam bentuk beasiswa atau biaya umrah,” paparnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK