Yuk Cari Tahu Lebih Banyak tentang Kesehatan Jiwa dalam Diskusi Ini

ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) FKM Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh besok akan mengadakan kuliah umum tentang kesehatan jiwa. Tema yang diambil kali ini ialah Bersahabat dengan Gangguan Jiwa dan dilaksanakan di Ruang 2A FKM Unmuha Aceh, kuliah ini dimulai pada pukul 14.30 WIB, Jumat (21/6/2019).

Materi disampaikan oleh Marthoenis, dosen Keperawatan Jiwa dari Fakultas Keperawatan Unsyiah. Ia akan memaparkan tentang gambaran penderita gangguan jiwa yang ada di Indonesia, khususnya Aceh dan bentuk pelayanan kesehatan jiwa yang masih rendah. Selain itu, Martoenis juga menyampaikan masalah utama kesehatan jiwa di masyarakat Indonesia.

“Ada dua masalah utama yang kita hadapi, yaitu literasi dan stigma. Literasi tentang kesehatan jiwa berkaitan dengan sejauh mana masyarakat tahu tentang tanda dan gejala gangguan jiwa dan keinginan untuk memperoleh pelayanan kesehatan jiwa. Sedangkan stigma merupakan beberapa komponen seperti lebeling, stereotype, dan diskriminasi yang memberikan efek negatif terhadap pasien,” ujar Martoenis kepada aceHTrend, Rabu (19/6/2019).

Menurut Martoenis, literasi yang rendah pada masyarakat membuat jarak pemisah yang besar bagi orang yang menderita gangguan jiwa. Kepercayaan masyarakat bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh guna-guna, sihir, dan sebagainya mengakibatkan mereka lebih memilih mengobati penderita gangguan jiwa ke ahli pengobatan alternatif seperti dukun, tabib, ustaz, atau orang pintar.

“Tentunya masalah ini menjadi tugas dan tantangan besar bagi praktisi kesehatan agar masyarakat paham tentang kesehatan jiwa tersebut. Dengan diadakannya kuliah ini, saya ingin mengajak mahasiswa dan praktisi kesehatan masyarakat untuk berdiskusi lebih lanjut terkait masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Saya juga berharap dapat menangkap peluang untuk melakukan riset terkait kesehatan jiwa masyarakat,” ungkap Martoenis.

Dalam kuliah umum ini pemateri akan memaparkan materinya yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta. Pihak penyelenggara hanya menyediakan kuota sekitar 50 orang bagi siapa saja yang berminat untuk mengikuti kuliah tersebut.

Sementara itu, Sekretaris PKPKM FKM Muhammadiyah, Agustina, mengatakan kuliah ini rutin diadakan oleh PKPKM FKM Unmuha sebagai tambahan materi khususnya mahasiswa dan akademisi yang berkaitan kesehatan jiwa.

“Pesertanya boleh siapa saja, baik itu mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum yang berminat sesuai dengan topik yang dibahas setiap bulannya,” ujar Agustina.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK