AMPF Minta Sosialisasi Fatwa Haram PUBG Dilakukan Secara Masif

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh menyatakan siap mendukung dan mengawal fatwa MPU Aceh terkait larangan game Player Unknown’s Battle Grounds atau PUBG. Pihaknya meminta eksekutif dan legislatif menindaklanjuti fatwa tersebut dalam menangani dampak buruk pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyimpang seperti kecanduan game yang mengandung unsur kekerasan seperti PUBG dan sejenisnya. Fatwa tersebut ditetapkan dalam sidang paripurna, Rabu, 19 Juni 2019, di Aula Gedung MPU Aceh.

“Kami juga meminta Pemerintah Aceh untuk menerbitkan surat edaran dan sosialisasi terkait fatwa MPU Aceh yang mengharamkan permainan game online yang merusak mental generasi mudak Aceh. Kami juga meminta dukungan semua pihak khususnya pengusaha warung kopi, kafe, warung internet, game station, dan lainnya untuk mematuhi fatwa tersebut,” ujar Juru Bicara AMPF Ulama Aceh, Teuku Farhan, melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/6/2019).

Baca juga: Mengapa Ulama Aceh Mengharamkan PUGB?

Pihaknya juga mengimbau para orang tua, tenaga pendidik, khatib, dai, media massa, dan forum komunikasi pimpinan daerah di Aceh untuk membantu menyosialisasikan fatwa MPU Aceh di lingkungan masing-masing. Pemerintah Aceh juga diminta untuk menumbuhkembangkan perekonomian halal digital di Aceh sebagai wadah kreativitas dan produktivitas anak muda di bidang TIK.

“Terakhir kami meminta semua pihak di luar Aceh untuk menghormati kewenangan Aceh dan tidak melakukan politisasi dan penggiringan opini negatif terkait fatwa MPU Aceh demi keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Teuku Farhan yang juga Ketua Masyarakat Informasi Teknologi tersebut.

Teuku Farhan mengatakan, aliansi ini lahir sebagai konsolodasi bersama yang dibentuk oleh OKP/ormas/LSM di Aceh untuk mendukung dan mengawal fatwa MPU Aceh yang telah mengharamkan game PUBG. Ia menyebutkan, PUBG dan sejenisnya atau yang bergenre battle royale telah menimbulkan keresahan dan kegelisahan di beberapa negara di dunia.

Baca: Ikuti Aceh, MUI Pertimbangkan Skala Haram PUGB untuk Nasional

Bahkan, beberapa negara telah mengambil kebijakan tegas terhadap dampak yang ditimbulkan oleh game tersebut seperti dampak secara psikologis, ekonomi, agama, dan kebudayaan. Contohnya di India, Nepal, Irak, dan Cina. Beberapa negara lain seperti Malaysia dan Mesir juga sedang mewacanakan hal yang sama.

“Kami mengapresiasi sikap cepat dan tepat yang diambil oleh MPU Aceh dengan mengluarkan fatwa haram terhadap PUBG dan sejenisnya yang dinilai bisa memicu prilaku radikalisme, sikap agresif, dan kecanduan pada level berbahaya yang dapat merusak mental generasi Aceh,” ujarnya.

Mengutip keterangan di Wikipedia, PUBG adalah sebuah permainan dengan genre battle royale, yang para pemainnya bisa bermain dengan 100 orang sekaligus secara daring. Di dalam permainan ini pemain bisa bermain solo, tim 2 orang, dan tim 4 orang, serta bisa mengundang teman untuk bergabung ke dalam permainan sebagai tim.[]

KOMENTAR FACEBOOK