Gandeng Miss Scuba Indonesia, Disbudpar Aceh dan Pemkab Pidie Promosikan Guha Tujoh

@aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Sigli – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengusulkan Guha Tujoh (goa tujuh) Kabupaten Pidie sebagai salah satu destinasi wisata halal di Aceh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, di sela-sela kunjungannya ke Kabupaten Pidie mengatakan, Guha Tujoh layak dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata halal dan ekowisata.

“Kita sudah berkomunikasi dengan Pemkab Pidie untuk mempromosikan Guha Tujoh sebagai destinasi wisata halal dan wisata edukasi. Alhamdulillah, Pemkab Pidie meresponsnya dengan hangat,” ujar Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin kepada aceHTrend, Sabtu (22/6/2019).

Jamaluddin mengatakan, usulannya untuk mempromosikan dan sekaligus mengembangkan Guha Tujoh sebagai salah satu tujuan wisata edukasi. Hal ini dikarenakan Guha Tujoh selain memiliki keindahan alam yang eksotis, juga memiliki nilai historis yang menakjubkan. Untuk mempromosikannya, Disbudpar Aceh juga mengajak Miss Scuba Indonesia 2017, Madhina Nur Muthia untuk ikut mempromosikan Guha Tujoh sebagai salah satu wisata alam di kancah nasional.

“Harapan kita, kehadiran Miss Scuba, Madhina selain konsen mengampanyekan berbagai objek wisata bahari di Aceh. Kita juga meminta partisipasi dan kontribusinya untuk mengampanyekan Guha Tujoh ini sebagai ojek wisata alam berbasis halal tourism, sehingga geliat perekonomian masyarakat setempat semakin berkembang,” ujar Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud. Orang nomor dua di Kabupaten Pidie juga sangat menyambut positif usulan tersebut. Untuk ke depannya, ia mengusulkan agar akses menuju Guha Tujoh akan terus dibehani. Ia juga meminta bagaimana menumbuhkembangkan minat dan peran warga setempat agar menjadi desa sadar wisata berbasis halal dan kreatif.

Fadhlullah menambahkan, wilayah pesisir akan digalakkan sebagai destinasi wisata bahari. Selanjutnya bagi masyarakat yang mendiami wilayah daratan tinggi akan diprioritaskan sebagai destinasi agrowisata. Pasalnya, kedua sektor pariwisata itu sangat diprioritaskan sebagai destinasi wisata alam yang menjanjikan.

Adapun kawasan daratan tinggi yang dimaksud adalah Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang. Ketiga kecamatan tersebut merupakan kawasan yang memiliki lanskap pegunungan dengan tanaman hijau subur nan asri. Begitu halnya dengan jernihnya air sungai dengan mengalir di setiap celah-celah perbukitan. Dalam hal ini, Pemkab Pidie merencanakan fokus pada pengembangan ekosistem sungai sebagai salah satu sumber daya alam potensial.

“Target kita ke depan bagaimana menumbuhkembangkan minat dan peran warga setempat, yaitu Kecamatan Muara Tiga dan Batee sebagai lokasi sadar wisata dan kreatif. Khususnya di wilayah pesisir, kita prioritaskan sebagai ikon wisata bahari berbasis halal tourism. Begitu halnya dengan masyarakat yang mendiami wilayah dataran tinggi di Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang akan kita prioritaskan sebagai destinasi agrowisata dan wisata sungai,” ujar Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK