Mengapa Ulama Aceh Mengharamkan PUGB?

Ikramullah. (Ist)

Oleh Ikramullah Jenif*

Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk belajar, kini terbuang sia-sia hanya karena jemari tak bisa lepas dari layar smartphone, mata tak bisa beralih pandangan. Dari hari ke hari,pengguna PUGB meningkat drastis hingga terbentuk kelompok di berbagai daerah.

Hanya butuh secangkir kopi dan jaringan internet yang cepat maka permainan akan berjalan lancar. Tak bisa dipungkiri lagi games yang demikian menyebabkan kecanduan pada pengguna.Apalagi PUGB, turorialnyab melimpah di internet. Permainnya pun sangat mudah.

Dengan begitu tidak heran anak belia bisa bermain dan bisa menjadi pengguna aktif dengan bermain games bersama teman mereka. Komunitasnya anak umuran SD dan SMP begitu lincah menekan tombol layar yang banyak.

Melihat dampak negarif yang mulai ditimbulkan oleh efek PUGB dan games sejenisnya, Majelis Permusyawarahan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa terkait hukum dan dampak games PUBG dan sejenisnya. Memainkan PUGB dan sejenisnya hukumnya haram.

Beberapa alasan pengharaman antara lain, game tersebut mengandung unsur kekerasan dan keberutalan serta berpontesi terjadinya perubahan prilaku pengguna menjadi negatif, agresif dan kecanduan pada level berbahaya.

Kedua, terbuang waktu secara sia-sia. Kelalaian yang timbul akibat masyuknya generasi muda memainkan PUGB, membuat mereka enggan menimba ilmu pengetahuan agama dan umum.

Hiburan bukanlah sesuatu yang haram dalam Islam. tapi perbuatan-perbuatan yang kemudian melahirkan dampak negatif, tidak juga dibenarkan di dalam Islam. PUGB nyang sudah bisa dilihat sebagai salah satu penyebab “terlemnya” pantat generasi Islam di Aceh untuk enggan menuntut ilmu, enggan bekerja , enggan bergerak, adalah sebuah ancaman, yang bila tidak diatasi hari ini, akan menyebabkan hadirnya daya rusak yang lebih beasar di masa akan datang.

*)Penulis adalah pengurus Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib.

KOMENTAR FACEBOOK