Dibangun Sejak 10 Tahun Lalu, Islamic Center Singkil Terbengkalai

ACEHTREND.COM, Singkil – Aneka gedung di Kompleks Islamic Centre Singkil tampak tak terurus alias terbengkalai. Gedung-gedung itu tampak kusam, sebagian kaca jendela sudah pecah.

Tokoh masyarakat Singkil, H Ismail Lubis, mempertanyakan entah berapa anggaran negara yang telah dikucurkan secara multiyears sejak 10 tahun lalu.

“Kenapa hal seperti ini terjadi? Karena malam ini mereka (para pejabat, red) bermimpi, besoknya mau langsung jadi. Tanpa perencanaan yang matang dan terukur melalui berbagai kajian,” kata H. Ismail Lubis kepada AceHTrend di Singkil, Selasa (26/6/2019).

Pada sisi lain, H. Ismail menyesalkan angka kemiskinan di Singkil yang masih sangat tinggi. Bahkan tertinggi di seluruh Aceh, yaitu mencapai 24 persen.

“Menurut saya tidak ada alasan masyarakat Singkil menjadi miskin. Alam Singkil sangat lengkap, terlengkap di Aceh. Ada laut, ada gunung, ada danau darat, danau laut, sungai, rawa-rawa, pulau-pulau dan sebagainya,” katanya.

H. Ismail Lubis mempresentasikan konsep pembangunan Singkil kepada aceHTrend

“Kesalahan selama ini adalah pembangunan Aceh Singkil tidak terencana, tidak fokus, tidak punya agenda prioritas,” sambung pria yang selama 40 jadi nakhoda kapal dan kini menjadi pengusaha.

Ismail dan warga Singkil berharap agar Kompleks Islamic Centre yang terletak di Suro, 70 km dari ibu kota Singkil, dapat difungsikan sebagaimana diidamkan.

Ismail telah menyiapkan konsep pembangunan Singkil yang komprehensif dan tertulis, dengan fokus kalautan. Pria 71 tahun itu mengaku siap mempresentasikannya di depan siapa saja.

“Saya sudah hafal setiap jengkal laut Singkil beserta isinya. Konsep pembangunan Singkil ada dalam laptop saya,” pungkasnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK