Fraksi PKS Siap Kawal Fatwa Ulama Terkait Game PUBG

Anggota DPRK Banda Aceh Zulfikar

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap mengawal fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terkait hukum dan dampak game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

“Pada kesempatan yang mulia ini, Fraksi PKS DPRK Banda Aceh menyatakan siap mengawal fatwa ulama tersebut, yang merupakan salah satu komitmen PKS sejak dulu,” kata Zulfikar, Juru Bicara Fraksi PKS dalam rapat paripurna dewan, Selasa malam (25/06/2019).

Fraksi PKS berharap agar fatwa ini segera disosialisasikan dan diambil tindakan sepatutnya bagi para pihak yang melanggar fatwa tersebut.

“Kami mendukung pemerintah agar segera melakukan pemblokiran terhadap permainan-permainan yang mengajarkan unsur kekerasan, sadisme, pornografi dan mengandung unsur SARA,” ujarnya.

Zulfikar  menilai menilai fatwa ulama bukanlah keinginan serta merta dari kalangan ulama itu sendiri, melainkan atas dasar berbagai kajian dan pertimbangan demi kemaslahatan umat dan generasi Aceh kedepan.

Hal itu juga sebagaimana disampaikan oleh Ketua MPU Aceh bahwa pengharaman game tersebut setidaknya atas dasar empat hal, masing-masing, dikarenakan game itu mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan.

Menurutnya hal tersebut berpotensi memengaruhi perubahan perilaku penggunanya menjadi negatif, berpotensi menimbulkan perilaku agresif, dan kecanduan pada level berbahaya, hingga mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol Islam.

Oleh karena itu pada kesempatan itu ia mengajak kepada seluruh anak-anak muda, remaja generasi Aceh, untuk mentaati fatwa ulama tersebut demi kemaslahatan bersama, dan melakukan hal-hal lain yang mendatangkan manfaat.

Zulfikar juga berpesan agar jangan sekali-sekali mengolok-ngolok fatwa ulama tersebut, apalagi sampai mencaci maki ulama itu sendiri, sebagaimana yang terjadi di media social.

“Banyak netizen yang berani menghina ulama Aceh karena mengeluarkan fatwa tersebut. Dan ini sekaligus menunjukkan betapa berbahayanya game tersebut, sehingga mereka berani menghina ulama,” tutur Zulfikar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK