Harga Sawit Anjlok, Akmal: Bupati Tak Bisa Intervensi Harga

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di kalangan petani sawit sejak setahun terakhir ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat bawah di Kabupaten Abdya. Akibatnya, banyak dari petani yang kewalahan mengurus kebun sawit milik mereka. Hasil yang didapatkan jauh berbanding dengan modal yang dikeluarkan untuk mengurus kebun.

Menanggapi persoalan itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengatakan, dirinya selaku Bupati Abdya tidak memiliki kewenangan atau intervensi untuk menetapkan harga TBS kelapa sawit karena tidak ada regulasi yang membolehkan.

“Perlu diketahui bahwa Bupati Abdya tidak punya kewenangan apa pun dalam penetapan harga TBS kelapa sawit. Tidak ada. Tidak ada regulasi yang membolehkan itu,” ungkap Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, kepada sejumlah awak media, Kamis (27/6/2019).

Menurut Akmal, pihak yang memiliki kewenangan terhadap penetapan harga TBS adalah pemerintah tingkat provinsi, dalam hal ini gubernur dan pemerintah kabupaten/kota yang mempunyai PKS di daerah masing-masing.

“Kewenangan kontrol kita tidak ada. Satu-satunya kewenangan kontrol jika kita punya saham pada pabrik sawit, makanya saya dulu bersikeras agar PKS dibangun oleh pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, upaya Bupati Akmal dalam membangun PKS milik pemerintah saat dirinya menjabat Bupati Abdya pada periode 2007-2012 lalu ditolak oleh sejumlah tokoh masyarakat dan DPR, bahkan dilakukan demonstrasi penolakan. Akibatnya, tidak hanya dirasakan oleh Akmal yang kala itu sempat masuk jeruji besi, akan tetapi juga berimbas terhadap perekonomian masyarakat petani sawit di Kabupaten Abdya.

Harga TBS yang seharusnya sedikit mahal, malah terpaksa dijual dengan harga murah pada agen pengumpul, lantaran tidak tersedianya pabrik dalam daerah.[]

Editor : Ihan Nurdin