Perjuangan Annisa Menggapai Mimipi-mimpinya

Annisa @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Bermimpilah maka semesta akan memeluk mimpi-mimpimu. Ungkapan itu pantas dilekatkan kepada seorang perempuan asal Aceh Utara yang bernama Annisa Zulkarnain. Keterbatasan finansial orang tuanya karena di-PHK dari sebuah perusaahaan besar di Aceh Utara, mengubah jalur hidupnya yang mulanya ingin melanjutkan kuliah ke tempat yang lebih baik di luar daerah terpaksa diurungkan.

Perempuan kelahiran Lhokseumawe, 11 November 1995 ini pun kuliah di Jurusan Komunikasi Universitas Malikulsaleh (Unimal), Lhokseumawe dengan beasiswa Bidikmisi. Mulanya Annisa merasa sedih karena tempatnya kuliah tidak ditunjang dengan fasilitas lebih untuk pengembangan diri seperti yang diinginkannya di kampus ternama lainnya di Aceh, setingkat Unsyiah atau pun UIN Ar-Raniry.

“Saya adalah satu-satunya alumni SMAN 1 Lhokseumawe yang kuliah di kampus ini. Awalnya sempat drop sehingga di semester 1 dan 2 saya kuliah setengah hati. Mimpi ingin jadi duta besar dikuburkan lagi, orang dari kampus biasa mana bisa jadi duta besar,” ujar Annisa saat diwawancara aceHTrend, Kamis (27/6/2019).

Rupanya mimpi-mimpinya itu kembali Annisa genggam setelah seorang sahabat bernama Irwan, begitu semangat membuat dream plan terhadap mimpi-mimpinya. Annisa menemukan satu folder di laptop Irwan tentang mimpi-mimpinya. Di situlah Annisa sadar kembali, merangkai mimpi-mimpinya yang sempat gugur dan berusaha mewujudkannya kembali, meskipun kuliah di universitas biasa.

Annisa pun ikut berbagai komunitas karena dengan bergabung di komunitas, ia bisa mengembangkan diri. Kemudian ia bersama teman-temannya membuat komunitas Joroe Aceh Youth Community yang fokus kegiatannya mengajar anak-anak di perdalaman Aceh Utara. Berkat komunitas itulah ia banyak menemukan teman dan belajar bagaimana fenomena sosial yang ada di sekelilingnya.

“Di situ saya berjumpa dengan Bang Roma, mahasiswa Fisipol Unsyiah. Dia mengajak saya untuk apply Dream Maker Camp 2015 di Banda Aceh, yaitu salah satu program untuk merangkai mimpi bagi para pemuda Aceh,” ungkap Annisa yang saat itu masih menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimal.

Di sinilah titik balik hidup Annisa dan mulai keluar dari zona nyamannya untuk berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya. Seusai program Dream Maker Camp ia mulai mengikuti Duta Mahasiswa dan meng-apply berbagai kegiatan kepemudaan di dalam dan luar daerah. Annisa mulai menemukan passion dan jiwanya untuk menggapai lebih dekat mimpi-mimpinya itu.

“Ada banyak sekali yang saya apply kegiatan kepemudaan, tapi hanya beberapa yang diterima. Namun, kelihatannya setiap saya apply pasti lulus. Padahal dari 10 kegiatan haya satu yang lulus seperti XL Future Leader Sumit. Kemudian ada apply ke luar negeri, lulus tapi nggak ada biaya, mau minta ke pihak kampus saat itu ada musibah kampus terbakarlah, pokoknya macam-macamlah hambatannya. Kalau dihitung-hitung lebih banyak gagalnya sih,” kata Annisa.

Di antara banyak mimpinya, Anissa ingin ke luar negeri setiap tahun sekali dari tahun 2014 -2018. Berkat kegigihannya, Annisa mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke Jepang dalam program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) pada tahun 2018. Program ini diselenggarakan oleh Cabinet of Japan (CAO) dengan kementerian yang menangani isu-isu kepemudaan di negara ASEAN.

“Allah menjawab doa orang-orang yang bermimpi dan Allah menjawab doa saya melalui program SSEAYP ini. Jadi, impian saya ingin setiap tahunnya pergi ke luar negeri dari tahun 2014, dibayar sama Allah di tahun 2018 karena di program ini saya dapat mengunjungi lima negara sekaligus. Alhamdulillah, jatah negara yang saya tuliskan di buku impian saya terjawab kontan,” kata Annisa yang saat ini bekerja sebagai Public Relation Officer di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh ini.

Meskipun berasal dari universitas biasa saja, Annisa dapat membuktikan bahwa impian tidak mengenal dari mana asal kampus seseorang, tapi bagaimana perjuangan dan usaha dalam menggapai mimpi-mimpi tersebut. Hal itu pernah juga ia buktikan dengan magang di salah satu Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) yang juga merupakan salah satu dari sekian impiannya.

Pada tahun 2016, Annisa berhasil diterima magang di Direktorat Diplomasi Publik yang merupakan bagian Humasnya Kemenlu. Keberhasilannya itu tidak didapat secara mudah karena ia baru berhasil setelah menghubungi 14 direktorat yang menyediakan kuota untuk mahasiswa magang.

“Bahkan salah seorang teman saya mengatakan ‘jangan muluk-muluk kalilah Nisa. Ambil magang di BkkbN saja, toh mereka sudah menawarkan.’ Namun, saya orangnya kalau sudah mentok kali baru berhenti, tapi ini masih ada peluang hingga akhirnya saya berhasil magang di Kemenlu sesuai dengan apa yang saya tuliskan di buku mimpi saya. Katanya sih saya mahasiswa pertama dari universitas negeri di Aceh yang berhasil magang di Kementrian Luar Negeri,” ujar anak dari pasangan Zulkarnain dan Mila Darmiati.

Begitulah Annisa yang mempunyai prinsip hidup yang begitu jelas melalui mimpi-mimpinya. Dia sadar kuliah di tempat yang biasa-biasa saja membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan dan pengalaman lebih melalui program kepemudaan. Menerima kenyaataan pahit ayahnya di PHK sehingga kuliah di tempat yang biasa menjadi sebuah cambuk baginya untuk tidak mau pasrah dengan keadaan. Berkat usaha dan perjuangan Annisa berhasil manggapai mimpi-mimpinya.

Harapannya ke depan agar hidupnya menjadi lebih baik dan dikelilingi oleh orang-orang positif agar mimpi-mimpinya yang belum terwujud bisa tercapai di tahun-tahun berikutnya. Annisa juga berpesan bagi generasi muda Aceh agar selalu mau mencoba karena tidak ada yang instan hidup di dunia ini. “Semua butuh waktu dan proses bahkan untuk merebus mi instan saja butuh waktu,” tutur perempuan yang hobi membaca dan traveling ini.

Berkaca dari kehidupan Annisa, tentunya semua orang bisa mewujudkan impiannya selagi ia mau untuk menggapainya. Tidak perduli dari mana asal kampusnya, latar belakang keluarganya, atau siapa orang tuanya. Selagi ada kemauan, pasti ada jalan. Seperti tiga prinsip yang ditanamkan Annisa pada dirinya, “siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Siapa yang bersabar akan beruntung. Siapa yang berjalan dijalur-Nya akan sampai.”[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK