Geuchik Meunasah Rayek Nilai Aneh Benih Padi IF8 Baru Dilarang Sekarang

Geuchik Munirwan saat menerima penghargaan desa terbaik di Jakarta @ist

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Padi IF8 telah membawa Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara memperoleh Desa Terbaik Kedua Tingkat Nasional dalam kategori Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun 2018. Piagam penghargaan itu diberikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Kemendes) RI di Jakarta.

Hal itu disampaikan Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk, Tgk Munirwan kepada aceHTrend, Sabtu (29/6/2019).

“Sebelumnya, padi IF8 telah membawa nama baik Aceh Utara mendapat juara satu tingkat provinsi dalam Bidang Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) di bulan Juni 2018 dan di bulan September kita kembali meraih juara pertama yang dilaksanakan di Banda Aceh,” kata Tgk Munirwan.

Selanjutnya, berkat keberhasilan mengembangkan benih padi IF8, desanya kembali mengharumkan Aceh Utara di kancah nasional dalam mengelola Dana Desa di bidang pemberdayaan masyarakat khususnya di sektor pertanian.

Tgk Munirwan mengatakan hingga saat ini seribu pun dana pembinaan belum dia dapatkan dari Aceh Utara, baik itu saat mengikuti kegiatan hingga berhasil membawa pulang piagam desa terbaik di tingkat nasional.

Alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga ini mengatakan, dulunya dia hanya seorang pedagang pinang sebelum menjabat sebagai geuchik. Tgk Munirwan menjelaskan dirinya terpilih geuchik di bulan September 2017. Ia kemudian dinobatkan sebagai Geuchik Terbaik di Aceh Utara dalam mengelola Dana Desa di tahun 2018.

Penghargaan itu menurutnya tidak lepas dalam mengelola Dana Desa memperdayakan petani dengan memberi benih IF8 dikelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Setiap petani ingin membudidayakan padi IF8, kami akan memberi benih itu, meskipun petani akan membayarnya ketika sudah masa panen padi,” katanya.

Pengembangan benih padi IF8 dikembangkan di desanya setelah dimandatkan Asosiasi Bank dan Benih Tani Indonesia (AB2TI) pusat dan dirinya di-SK-kan menjadi pengurus AB2TI Aceh Utara. Benih padi diberikan kepada kelompok tani, tidak dijual di kios-kios atau toko. Karena setiap yang ingin mengembangkan benih itu, harus ada mandat dari AB2TI.

Terkait larangan penggunaan IF8 dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara, Tgk Murnirwan mengatakan pihaknya akan terus menggunakan benih padi IF8. Karena yang dilakukan itu bukan untuk merugikan petani, melainkan ingin menguntungkan petani.

“Jika padi IF8 itu melanggar undang-undang, kenapa baru sekarang dipermasalahkan. Bahkan di saat panen raya pertama pihak dari dinas terkait dari provinsi dan kabupaten turun langsung ke lapangan, bahkan ikut memotong secara simbolis masa panen perdana saat itu,” katanya.

“Saya pun sangat heran dengan sikap Plt Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara, kenapa baru sekarang dilarang penggunaan benih padi IF8 kenapa tidak dari dulu, ini saya rasa sangat aneh dengan sikap Plt Kepala Dinas tersebut,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK