Disbudpar Sosialisasikan Museum Aceh untuk Menggenjot Kunjungan Wisatawan

Seniman Aceh Muda Balia meniup bansi dan membacakan hikayat untuk menghibur peserta sebelum acara dimulai. @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPT Museum Aceh menyelenggarakan Sosialisasi Museum yang mengangkat tema “Peranan Pentingnya Museum Aceh dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan”. Sosialisasi ini berlangsung di Aula Museum Aceh di Kompleks Rumoh Aceh, Rabu (3/7/2019).

Kepala UPT Museum Aceh, Junaida, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan sebuah museum sebagai tempat untuk menyimpan berbagai koleksi sejarah dan budaya Aceh.

“Museum menyimpan khasanah intelektual yang terbagi dalam sepuluh koleksi. Melalui koleksi ini kita bisa belajar bagaimana indatu kita dulu membawa Aceh sampai ke dunia internasional. Kami harap masyarakat tahu keberadaan museum sebagai tempat bersejarah,” ujar Junaida dalam sambutannya.

Ia berharap, semakin banyaknya unsur masyarakat yang mengetahui mengenai seluk-beluk museum, maka persebaran informasi bisa lebih masif yang berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Museum Aceh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengatakan Museum Aceh merupakan sebuah tempat yang dimiliki oleh Pemerintah Aceh untuk menyimpan dan memamerkan koleksi Aceh pada masa lalu.

“Ini nilainya sangat berharga dan bermanfaat sehingga kita jadi tahu bagaimana budaya dan karakter masyarakat Aceh di masa lalu. Contohnya ada mata uang dirham yang membuktikan Aceh di masa lalu pernah bekerja sama dengan Turki,” ujar Jamaluddin.

Karena itu kata Jamal, merupakan sebuah tugas yang sangat mulia bagi para pegawai Disbudpar Aceh yang ditempatkan di Museum Aceh karena mereka bertugas menjaga koleksi-koleksi tersebut agar selalu terawat.

“Kalau ada pegawai yang bertugas di museum itu bukan dimuseumkan, tapi ini tugas mulia untuk menjaga koleksi sejarah Aceh. Acara ini sangat penting agar kita paham bagaimana peran Museum Aceh. Tentunya apa yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah implementasinya di lapangan,” ujarnya.

Museum, kata Kabid Sejarah dan Budaya Disbudpar Aceh, Irmayani, merupakan salah satu unsur yang termasuk dalam objek dan daya tarik wisata dalam hal ini sebagai daya tarik budaya. Di Aceh katanya, baru beberapa kabupaten/kota saja yang memiliki museum, yaitu Kota Banda Aceh dengan Museum Aceh dan Museum dan Perpustakaan Ali Hasjmy, Kota Sabang yang memiliki Museum Bahari.

Di Aceh Besar juga ada museum kuno di Tanoh Abe, Kecamatan Seulimum. Selanjutnya di Kota Langsa dan Aceh Utara, sudah dibangun Museum Samudra Pasai tetapi belum beroperasi. Ke depan kata Irma, di Aceh Tengah juga akan dibangun museum karena di sana pernah terdapat sebuah kerajaan besar, yakni Kerajaan Linge.

Sosialisasi ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang di antaranya mahasiswa, akademisi, pegiat wisata, pegiat sosial media, dan pelaku usaha di bidang pariwisata. Adapun pemateri yang dihadirkan, yaitu Duta Museum Aceh Mujiburrizal; akademisi Unsyiah Husaini Ibrahim; Kasubbag TU Museum Aceh Alpian, dan Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin, yang diwakili Kabid Sejarah dan Budaya, Irmayani.[]

KOMENTAR FACEBOOK