Dilanda Kekeringan, Petani Abdya Tunda Bajak Sawah

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Petani di Gampong Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga kini belum bisa membajak sawah mereka karena kekeringan.

“Sekarang sawahnya belum bisa dibajak, sebab tidak ada air,” ungkap Basri, salah seorang petani di Gampong Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (4/7/2019).

Basri menjelaskan, sebelumnya petani di Gampong Ie Lhob telah melakukan kenduri turun ke sawah (khanduri blang) dalam rangka mengikuti program tanam padi serentak yang dicanangkan oleh Pemkab Abdya pada musim taman gadu 2019.

“Kalau kenduri blang sudah, hanya lahan sawah belum bisa kami bajak karena sekarang sedang musim kemarau. Kalaupun kami bajak terus, sama saja kami buang-buang uang untuk ongkos traktor,” ujarnya.

Ia menyebutkan, selama ini setiap musim turun ke sawah sumber air yang dimanfaatkan petani ketika membajak sawah berasal dari sungai Ie Lhob, dan irigasi Krueng Susoh melalui saluran sayap kanan irigasi tersebut. Namun, saluran irigasi sayap kanan itu sekarang banyak yang bocor di kawasan Kecamatan Setia. Akibatnya aliran air tidak sampai ke Gampong Ie Lhop, sementara air sungai di gampong tersebut mulai mengalami kekeringan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Abdya, luas lahan sawah yang akan ditanami padi pada masa tanam gadu tahun 2019 mencapai 10 ribu hektare lebih yang berada di sembilan kecamatan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK