Ketua PDIP Aceh Tidak Boleh dari Eks Separatis

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Aceh akan digulirkan pada pertengahan Juli 2019. Sejumlah nama disebut-sebut akan menjadi calon kuat Ketua DPD I Aceh. Sofyan Dawod dan Teungku Irwansyah digadang-gadang akan dicalonkan. Keduanya eks TNA-GAM.

Akan tetapi, kader gaek PDIP yang juga Ketua DPD I, Karimun Usman, Kamis (4/7/2019) mengatakan sebagai partai nasionalis dengan ideologi Pancasila dan marhaenisme, PDIP merupakan partai yang anti terhadap separatisme yang terjadi di Indonesia.

Ada dua syarat utama yang menurut Karimun membuat kans orang luar tidak bisa mencalonkan diri. Pertama, siapa saja yang ingin memcalonkan diri sebagai ketua, harus sudah menjadi kader selama lima tahun. “Jadi tak serta merta bisa masuk. Apalagi aji mumpung karena di Pusat PDIP sedang memimpin parlemen. Juga Pak Jokowi telah kembali terpilih sebagai Presiden RI kedua kalinya,” ujar Karimun.

Kemudian, siapapun calon ketua, tidak boleh menjadi bagian yang pernah merongrong wibawa Pancasila dan UUD 1945. Orang-orang dengan nasionalisme keindonesiaan yang kabur, tidak bisa menjadi ketua partai, baik di DPP maupun di DPD, termasuk di Aceh.

“Inilah PDIP dengan komitmen berbangsa dan bernegara yang sudah selesai tentang komitmen setia pada Pancasila dan UUD 1945,” ujar Karimun Usman.

Oleh karena itu, tambah Karimun, PDIP bukan partai yang bisa dipergunakan secara serta merta oleh para kutu loncat dan personal yang selalu ingin hidup aji mumpung.

“Partai ini menghargai pengkaderan berjenjang serta Pancasilais. Yang pernah menjadi perongrong Pancasila ya tidak ada peluang di sini,” katanya.

Khusus untuk pensiunan TNI dan Polri, bilapun belum memiliki masa keanggotaan lima tahun, DPP PDIP bisa memutuskan dengan pertimbangan lain. Salah satunya soal nasionalisme mereka yang sudah teruji.

Lalu bagaimana dengan Karimun Usman, apakah ia akan mencalonkan diri kembali? Bekas anggota DPR RI itu mengatakan kali ini dia tidak lagi mengajukan diri. Bila DPC mengajukan dirinya, sebagai politikus serta kader, dirinya tidak akan menolak. “Saya tidak mencalonkan diri. Itu harus dicatat. Tapi bila diajukan oleh DPC, saya akan menjalankan amanah dan harapan mereka,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK