Pemkab Aceh Utara Minta Ketegasan Distambun Aceh Soal Status Benih Padi IF8

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf tidak ingin menaggapi lebih jauh terkait penggunaan benih padi IF8. Namun ia meminta ketegasan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh untuk memutuskan bisa atau tidak benih itu digunakan masyarakat.

“Kami meminta ketegasan keputusan dari Distanbun Aceh bisa atau tidak benih itu digunakan masyarakat. Apa kendalanya dan penyebabnya, dari segi apa sehingga tidak bisa digunakan, dan apa manfaatnya bila digunakan oleh masyarakat?” kata Fauzi Yusuf yang akrab disapa Sidom Peng usai mengikuti rapat paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu (3/7/2019).

Fauzi Yusuf mengatakan, setiap benih itu harus ada lisensinya dari kementerian paling tidak ada uji materinya, efek bagi masyarakat apa dan keuntungan masyarakat seperti apa, karena itu harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, setiap benih yang diluncurkan ke masyarakat harus memiliki tahapan seperti itu.

Seperti diketahui, ada beberapa geuchik di Aceh Utara dimintai keterangan pihak kepolisian mengenai benih IF8.

Baca: Dana Desa Terlanjur Diplotkan untuk Beli Benih IF8, Ternyata Belum Ada Izin dari Kementan

“Dengan ini pihak pemerintah sedang melakukan evaluasi setiap keputusan dari pemerintah provinsi dan kabupaten harus satu keputusan tidak boleh berbeda,” kata Fauzi Yusuf.

Lanjutnya, setiap masyarakat yang sudah membeli benih padi IF8, harus menunggu dulu keputusan dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Ke depan kata dia, setiap bibit yang diluncurkan harus benar-benar memiliki legalitas dan lisensi serta harus ada juga uji laboratorium terkait penggunaan bibit padi.

“Pemkab Aceh Utara berharap setiap unsur benih harus ada lisensinya dan pengkajian, selain itu Distanbun Aceh dan Kementerian Pertanian, ini harus betul-betul dievaluasi kembali untuk bisa ada lisensi pemakaian. Jangan ada sekali dan dua kali tanam ada efek tidak bagus untuk petani khusunya Aceh Utara,” harapannya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK