Ubaidillah, Guru Honorer yang Sukses sebagai Bloger

Guru honorer yang mempunyai nama lengkap Ubaidillah ini bukanlah guru honorer biasa. Dia seorang blogger ternama dengan segudang prestasi berkat kemampuan menulis di blog yang merupakan halaman website berisi tulisan-tulisan pribadi. 

Sejumlah penghargaan baik berupa menang lomba blog, paket liburan dalam dan luar negeri gratis, dan berbagai fasilitas seperti laptop, handphone, hingga jam tangan diperolehnya melalui dunia ini. Hal itu bisa langsung dilihat melalui portofolio yang tertulis di blog pribadinya yaitu www.bairuindra.com.

Namun, laki-laki kelahiran Aceh Barat, 11 November 1985 ini tidak melupakan kewajiban utamanya sebagai guru. Saat ini guru yang akrab disapa Ubai ini mengajar di dua sekolah, yaitu MTsN 1 Aceh Barat dan MAN 2 Aceh Barat. Kedua sekolah itu terletak di Kecamatan Samatiga yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dia dipercaya mengajar dua mata pelajaran, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Statusnya sebagai guru honorer membuat pendapatannya tidak menetap, bahkan penghasilannya di bawah rata-rata UMP. “Saya dibayar bila masuk mengajar, bila tidak ada kelas maka tidak ada uang masuk. Begitulah kondisi guru honorer, di mana-mana sama. Meskipun jumlah jam mengajar banyak, tapi bayarannya tetap rendah berdasarkan kemampuan sekolah tersebut,” ujar Ubai saat diwawancarai aceHTrend, Minggu (30/6/2019).

Untungnya guru lulusan Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry ini mempunyai skill lain di bidang menulis, sehingga pendapatannya setiap bulan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemasukannya itu diperoleh dari kerja sama menulis dengan berbagai pihak, penitipan artikel oleh sponsor, dan review produk-produk telekomunikasi. Tak jarang selain honor menulis, berbagai produk seperti smartphone, laptop, flashdisk, dan perangkat lainnya ia terima dari pihak yang mengajaknya kerja sama. Bahkan menurut Ubai penghasilan dari blog lebih besar dibandingkan gajinya sebagai guru honorer.

Akan tetapi, apa yang membuat seorang Ubai tetap bertahan menjadi guru honorer?

“Semangat berbagi dan mendidik. Sebenarnya di hati kecil saya, malu rasanya mengakui sebagai guru honorer. Saya ingin dikenal sebagai guru blogger, di mana tampak keren jika saya membagikan kisah tentang guru menulis blog kepada orang lain dan mempunyai penghasilan lebih di bidang itu. Saya menikmati profesi sebagai guru karena ada hal yang bisa saya bagi dan ajarkan kepada anak didik saya sehingga ada hal positif yang bisa saya pamerkan kepada mereka untuk membangun motivasi dan semangat belajar mereka. Jadi, di mata mereka guru honorer itu tidak dipandang lemah dan sebelah mata, tapi guru honorer yang mempunyai segudang prestasi,” ungkap Ubai yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini.

Aktivitas menulis di blog telah mengajarkan banyak hal dalam diri Ubai. Selama ini siswa-siswinya selalu kagum dan bertanya-tanya mengapa dia bisa jalan-jalan secara gratis. Kemudian mendapatkan uang dan hadiah macam-macam sehingga memotivasi muridnya ingin seperti dia. Maka dari itu, Ubai berpikir mengapa tidak membuka jalan kepada orang lain agar bisa mengikuti jejaknya.

Itu pula alasan Ubai membuka Kelas Inspirasi Guru Blogger untuk siswa-siswi kelas XII MAN 2 Aceh Barat. Dia yang memprakarsai sendiri kelas tersebut, menyusun perencanaan, mengelolanya dan mengajarkan meteri berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sebagai seorang bloger. Pertemuan seminggu sekali, ia siasati dengan pembelajaran khusus blog di sela-sela materi pokok pelajaran TIK.

“Saya tidak mau muluk-muluk mengajarkan materi tingkat tinggi karena saya paham betul sejauh mana siswa saya mampu mengoperasikan komputer. Oleh karena itu, saya mengajarkan bagaimana memanfaatkan internet secara baik dengan membuat tulisan di blog, mengajar pengetikan dasar di Microsoft Word agar mereka mudah memindahkan tulisan sebelum diposting ke blog dan proses memublikasikan karya,” kata Ubai.

Sekolah sangat mendukung inisiatif Ubai dalam meningkatkan skill lebih bagi para siswa MAN 2 Aceh Barat ini. Pihak sekolah menyediakan ruang laboratorium yang cukup nyaman, mengfasilitasi internet yang bisa diakses oleh siswa-siswi melalui laptop pribadi dan komputer sekolah, dan guru-guru lain pun mendukung penuh dan memotivasi program Kelas Inspirasi Guru Balogger ini.

Tentunya Kelas Inspirasi Guru Blogger yang dibuat Ubai dibuka secara gratis dan di luar kurikulum pokok sekolah. “Kelas ini saya mulai dengan niat membuka jalan bagi siswa-siswi saya. Saat orang lain belajar blog dengan biaya mahal, saya memberikan pelajaran dengan gratis, diarahkan dengan totalitas tinggi, dibimbing dengan masukan yang kuat, dan praktik langsung berdasarkan pengalaman. Saya merasa bahwa dunia blogging akan terus berkembang dan saya mau dari sekian banyak siswa saya nanti, ada satu saja boleh yang mengikuti jejak saya. Kalau bisa lebih sukses lagi dari pada saya,” tutur Ubai yang merupakan anak dari pasangan Usman G dan Rusniati.

Menjalani dua profesi sekaligus tentu mempunyai hambatan tersendiri bagi Ubai. Terutama dalam membagi waktunya antara mengajar siswa dan menulis konten pribadi serta kerja sama yang diminta dari berbagai pihak. Untuk itu Ubai membagi jadwalnya dengan mengajar di pagi sampai siang hari dan sisanya dipergunakan untuk menulis blog, membaca, dan memperbanyak konten.

“Saya juga perlu banyak belajar lagi tentang blog agar selalu update. Termasuk sekarang saya mulai membangun channel YouTube dengan tagline Inspirasi dari Guru,” ungkap guru yang gemar membaca, munulis, dan menonton ini.

Harapan Ubai ke depan agar terus dapat belajar dan menjadi manusia yang berfikir positif serta menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kepada generasi muda Aceh dia berpesan agar selalu percaya terhadap kemampuan diri sendiri.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK