AJI Bekali Wartawan Aceh Tata Cara Meliput Isu HAM

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebanyak 26  wartawan yang bertugas di Aceh mengikuti Workshop On Human Rights Reporting yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan Internews dan Kedutaan Belanda yang sejak 5-7 Juli 2019 di Hotel Grand Lambuk Banda Aceh.

Pada workshop tersebut, para peserta diberi pembekalan bagaimana seorang jurnalis melakukan peliputan yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), keragaman, dan tata cara memperhatikan kaum minoritas dalam tugas-tugas jurnalistik.

Ketua AJI Banda Aceh, Misdarul Ihsan menyampaikan, pelatihan ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman jurnalis tentang isu HAM, keragaman, dan hak kelompok minoritas di Indonesia sehingga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang benar-benar berperspektif HAM.

“Sebagai jurnalis, kita harus memberikan tempat yang sama bagi mayoritas dan minoritas,” kata Misradul Ihsan dalam sambutannya saat pembukaan acara, Jumat (5/7/2019).

Menurut Ihsan, workshop ini juga menjadi ruang bagi para jurnalis untuk saling berbagi pengalaman melakukan peliputan isu-isu yang berkaitan dengan HAM dan keragaman serta kaum minoritas.

“Karena itu, kita harapkan kepada peserta benar-benar serius mengikuti pelatihan ini sampai akhir, ini menjadi bekal yang cukup dalam melakukan peliputan tentang HAM ke depannya,” harap Ihsan.

Sementara itu, Kepala Komnas HAM Aceh, Sepriady Utama yang memberi materi seputar aturan perundang-undangan mengatakan, media cukup memiliki peran besar dalam mendorong penegakan keadilan serta pengungkapan kebenaran dapat berjalan di Aceh. Sehingga kasus-kasus serupa itu tidak kembali terjadi.

“Media harus lebih sering memberitakan hal-hal demikian, karena penting untuk mendorong penyelesaian pelanggaran HAM berat di Aceh,” tuturnya.

Dalam materinya, Sepriady juga meminta kepada para jurnalis serta pihak lainnya agar terus memperkuat posisi Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh.

Selain itu, kegiatan seperti ini dinilai juga sangat berguna bagi para jurnalis dalam mengadvokasi isu-isu HAM melalui karya jurnalistik mereka.

“Kegiatan pembekalan ini patut dilaksanakan terus-menerus, sehingga para jurnalis memahami isu HAM, serta bisa memperkuat posisi KKR Aceh dalam pengungkapan kasus,” pungkas Sepriady.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK