Kewalahan Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan, BPBA Minta Bantuan Pusat

dok BPBA

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Tingginya tingkat kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) dalam beberapa hari terakhir di beberapa kabupaten di Aceh membuat Badan Penanggulangan Bencana Aceh kewalahan. Kepala BPBA Teuku Ahmad Dadek telah meminta bantuan dari BNPB pusat.

Teuku Ahmad Dadek merincikan, di Kabupaten Nagan Raya kebakaran terjadi di tiga Kecamatan, dua di antaranya di kawasan perkebunan milik PT. Fajar Bayzuridan PT. Sawit Nagan Raya Makmur.

“Sampai dengan saat ini satu di antara tiga lokasi terdampak sudah dapat dipadamkan, dan dua lokasi lainnya masih dalam proses pemadaman. Total ahan yang terbakar lebih kurang 20,5 hektare,” kata Ahmad Dadek, melalui rilis yang diterima aceHTrend, Sabtu (06/07/2019).

Dia menambahkan, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah, sejauh ini api sudah berhasil dipadamkan, total lahan yang terbakar sekitar seperempat hektare.

Sementara di Kabupaten Aceh Barat Daya, kebakaran yang terjadi sampai saat ini belum padam, dengan total lahan yang untuk terbakar sekitar 4 hektare.

di Kabupaten Aceh Barat, kebakaran terjadi di dua kecamatan, pemadaman sudah mencapai 90 persen. Total lahan yang terbakar 3 hektare. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Besar dengan luas mencapai 13 hektare. Namun di dua kecamatan sudah dapat dipadamkan, tinggal satu lokasi lagi yang sedang dalam proses pemadaman. Namun lokasi tersebut sempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Sementara di Aceh Selatan, kebakaran yang terjadi saat ini sudah dapat dipadamkan. Total lahan yang terbakar 3,5 hektare,” tutur Ahmad Dadek.

Ahmad Dadek menambahkan, sejauh ini pihaknya juga telah mendistribusikan sepatu tahan api sebanyak 100 pasang, mendistribusikan pemukul api 50 unit, dan meminjamkan pompa bantuan BNPB 2 unit. Pihaknya juga memberikan bantuan selang sebanyak 25 roll.

BPBA juga telah melakukan sosialisasi melalui media massa mengenai pencegahan karhutla dan melakukan rapat koordinasi di tiga regional sebelum terjadinya kebakaran. Pihaknya juga menyalurkan masker kepada masyarakat di sekitar lokasi terdampak.

Saat ini BPBA dengan instansi terkait sedang berusaha memadamkan api dan menyalurkan makanan siap saji dan masker kepada para petugas di lapangan.

“Namun demikian kami masih kekurangan pompa apung atau pompa tekanan tinggi portabel sebanyak 10 unit. Dibutuhkan selang sebanyak 50 roll, dan alat-alat pemukul api, serta cairan peresap,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK