BMKG: Hujan Es Fenomena Alam Biasa

Fenomena hujan es di Takengon @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh Zakaria Ahmad, menjelaskan bila hujan es yang melanda sebagian Aceh Tengah siang tadi merupakan fenomena alam biasa. 

Zakaria menjelaskan, ada dua kejadian hari ini yang saling bertolak belakang di Aceh Tengah, yaitu kejadian hujan es dan di tempat lain timbulnya titik panas. Menurutnya hal yang berbeda ini memang jarang terjadi, tetapi bukan hal yang tidak mungkin terjadi.

Dalam musim kemarau kejadian hujan es di satu wilayah dan timbulnya titik panas di wilayah lain bukan hal yang mustahil, ini karena di musim kemarau sering terjadi hujan lokal dan di wilayah lain panas terik.

“Hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang sangat lokal dan dengan durasi yang singkat yaitu lebih-kurang antara 7-12 menit saja,” kata Zakaria, Minggu (07/07/2019).

Menurut Zakaria, syarat terjadinya hujan es juga hampir sama dengan syarat terjadinya angin puting beliung, sama-sama terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus (CB) sehingga kedua fenomena cuaca tersebut susah diprediksikan.

“Untuk dapat terjadi hujan es harus ada awan CB dengan tinggi dasar awan yang sangat dekat dengan permukaan tanah dan di bawah awan suhu udaranya sangat dingin,” ujarnya.

Dengan demikian awan CB yang merupakan kristal-kristal yang mulai jatuh sebagai hujan akibat dorongan angin kencang dan tidak tidak sempat mencair karena di bawah permukaan awan juga dingin sehingga butir-butir es tersebut jatuh ke permukaan tanah.

“Sedangkan daerah yang timbul atau munculnya titik panas di mana di daerah tersebut tidak mengalami hujan dan dedaunan yang rontok, semak belukar, serta hutan gambut sudah sangat kering sehingga mudah terbakar. Baik faktor kesengajaan maupun tidak atau karena faktor kelalaian,” tutup Zakaria.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK