Chef Thailand Demo Masak Sup Vietnam di Arena ACF

Bun bo Hue

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Terdapat hal menarik dari ragam kuliner lintas dunia yang mampu mempersatukan manusia dalam cita rasa sebuah hidangan. Demikian pula pergelaran Aceh Culinary Festival (ACF) yang mampu mengumpulkan dan mempersatukan banyak pihak dalam sepiring makanan atau segelas minuman khas dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Mengusung tema The Authentic Food Experience, membuat acara kuliner terbesar di Aceh ini tak lantas menutup mata dari ragam opsi kuliner di luar masakan traditional khas Provinsi Aceh sendiri. Hal tersebut terlihat dari kehadiran salah seorang Gastronomist (ahli studi makanan dan budaya) asal Thailand, Chef Gai Lai Mitwichan yang ikut memeriahkan acara ACF 2019.

Aceh Culinary Festival merupakan salah satu program unggulan Dinas Pariwisata provinsi Aceh. Di tahun ini, ACF kembali masuk dalam salah satu Top 100 events nasional pilihan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Berlokasi di Taman Sultanah Safiatuddin (Tasulsa), Banda Aceh, acara kuliner tahunan di Provinsi Aceh ini dilaksanakan sejak tanggal 5-7 Juli 2019.

Pada hari kedua pergelaran ACF (6/7/2019), Chef Gai Lai Mitwichan menampilkan demo masakan khas Vietnam, Bún bò Huế. Ini merupakan sejenis masakan sup dengan campuran mie dan bakso daging cincang tanpa campuran tepung.

Berbeda dengan sup yang dikonsumsi masyarakat Indonesia kebanyakan yang memiliki cita rasa kuat (strong taste); dengan campuran daun seledri, daun bawang merah dan daun bawang pre, sup Bún bò Huế asal Vietnam ini memiliki cita rasa yang lebih ringan (light taste); dengan campuran khas daun mint, daun ketumbar, dan basil.

Pascademo, Chef Gai Lai Mitwichan juga menyempatkan diri mencicipi ragam masakan Aceh. Gai terkesan dengan masakan Aceh yang sangat enak. Menurut pakar masakan yang juga tercatat sebagai Slow Food International Member ini, kuah asam keung Aceh ternyata memiliki kemiripan rasa dengan salah satu masakan khas di Thailand.

Everything tastes marvelous,” ungkap Chef yang menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi di Australia ini.

Penampilan demo masakan internasional dalam wadah pameran kuliner yang berfokus pada tema tradisional memberikan kesan elegan pada pergelaran ACF tahun 2019 ini. Disadari atau tidak, pertemuan budaya kuliner yang kontras berbeda dari lintas negara ini justru mampu membaur dan saling melengkapi dengan baik. Di mana masyarakat Aceh belajar memahami masakan khas Thailand dan Chef Gai Lai Mitwichan juga belajar lebih banyak tentang budaya dan masakan dari Provinsi Aceh selama pergelaran. Di momen seperti inilah, interaksi pertukaran informasi budaya terjadi, yang berakhir pada promosi wisata Aceh dan Indonesia melalui metode mouth to mouth hingga ke luar negeri. 

Demikian hebatnya pengaruh dari sebuah masakan. Kuliner mampu mengakrabkan yang awalnya saling awam, melepaskan rasa sedih, menimbulkan rasa cinta dan membawa secuil kenangan dalam hati setiap insan yang berhadir untuk kembali dan mencicipi hidangan tersebut lagi. Aceh Culinary Festival 2019 menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menyadari dan menyukuri kekayaan dan kelezatan ragam kulinari yang dimiliki negeri ini.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK