[RESEP]: Kubang U, Kudapan Khas Aceh Selatan dari Sagu dan Kelapa Parut

Kubang u @aceHTrend/Yelli Sustarina

Kuliner Aceh sangat beragam, mulai dari nama, tampilan, rasa, dan bahan dasar membuatnya pun bermacam-macam. Kudapan khas Aceh Selatan yang satu ini misalnya, yakni kubang u. Namanya cukup unik dan menggelitik karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “kubang” artinya tanah lekuk yang berisi air dan lumpur.

Namun, kubang u ini merupakan kuliner yang terbuat dari adonan tepung sagu yang dilarutkan dengan air dan dimasak dengan api dari kayu bakar. Setelah dimasak adonannya dilumurkan atau “dikubangkan” dalam kelapa (bahasa Aceh: u) parut, mirip onde-onde atau boh rom-rom. Karena itulah kuliner yang bertekstur lunak ini disebut kubang u.

Tepung sagu diperoleh dari hasil olahan batang rumbia yang mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Sebagian masyarakat Indonesia menjadikan sagu sebagai makanan pokok, tapi ada juga yang menjadikannya sebagai kudapan di waktu santai seperti masyarakat di Aceh Selatan ini.

Kandungan gizi di dalam sagu kering cukup beragam. Seratus gram sagu kering terdapat 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan 1,2 mg besi.  

Penasaran bagaimana resep makanan ini, berikut aceHTrend bagikan resep membuat kubang u tersebut.

Bahan dasar :

1 kg tepung sagu dan kelapa parut secukupnya.

Bahan tambahan:

Air, garam, dan gula secukupnya.

Cara mengolah:

1. Siapkan wajan besi yang diletakkan di atas tungku api, lalu masukkan tepung sagu dan air sambil diaduk.

2. Tambahkan 1 sendok makan garam dapur.

3. Aduk hingga mengental, bila terlalu kental dan lengket tambahkan air sedikit demi sedikit.  

4. Setelah matang dan berbentuk adonan seperti lem, angkat wajan tersebut.

5. Siapkan kelapa parut yang dicampur dengan gula.

6. Sendok sedikit-sedikit adonan sagu tersebut, lalu dilumurkan ke dalam parutan kelapa.

7. Kubang u siap disajikan.

Makan ini juga bisa dicampurkan dengan kuah santan, tapi tidak dilumerkan lagi dengan parutan kelapa yang disebut lugot.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK