Wabup Pidie Ajak Warga Jaga Ekosistem Hutan dan Sungai Tangse

@aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Sigli – Pemerintah Kabupaten Pidie terus mendorong sekaligus mengembangkan berbagai destinasi wisata yang dimiliki. Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud mengatakan, Kabupaten Pidie memiliki beragam potensi wisata alam. Mulai dari pesisir laut utara, dataran tengah, hingga dataran tinggi. Tak hanya itu, Pemkab Pidie terus berbenah dan fokus terhadap pengembangan sektor agrowisata dan wisata sungai di Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang. 

Pasalnya, selain dikenal sebagai daerah penghasil durian dan ikan keureulieng, ketiga kecamatan ini juga memiliki keindahan alam sehingga mampu memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung.

Tiga kecamatan ini mulai ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota. Wisatawan yang berkunjung ke desa ini dapat menikmati keindahan alam dan sajian budaya masyarakat setempat. 

“Dengan pesona alam pedesaan, pesawahan, kolam ikan, sungai-sungai yang mengalir, air terjun, rimbunnya pepohonan, segarnya udara, serta keramahan masyarakatnya, target kita ke depan bagaimana mengampanyekan ketiga kecamatan ini sebagai desa sadar wisata, sehingga kian dilirik banyak wisatawan,” ujar Fadhlullah TM Daud saat menghadiri perkemahan Festival Sungai Tangse di Gampong Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, Pidie, Sabtu (6/7/2019).

Fadhlullah mengatakan, Festival Sungai Tangse merupakan ajang mempromosikan keindahan alam Tangse. Menurutnya, sungai Tangse merupakan salah satu subjek utama bagi kehidupan masyarakat Tangse. 

“Melalui Festival Sungai Tangse inilah kita harapkan bisa mempromosikan keindahan alam Tangse dengan masyarakatnya yang ramah, sehingga kian menarik minat wisatawan kemari,” ujar Fadhlullah TM Daud.

Fadhlullah menambahkan, ketiga kecamatan di pedalaman Pidie ini sangat indah dan sangat disayangkan jika tidak dikunjungi. Apalagi hutannya masih sangat alami serta sungainya yang masih sangat bagus.

Ia berharap, festival sungai harus menjadi agenda tahunan dan rutin dilaksanakan. Pasalnya, selain menggalakkan wisata air, juga memberikan edukasi untuk menjaga ekosistem hutan Tangse agar tetap lestari dan terjaga. Kekayaan sungai Tangse ini menjadi salah satu destinasi yang mengundang wisatawan.

Salah satu program yang ditawarkan kepada wisatawan yaitu Festival Sungai Tangse. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya. Festival tujuh sungai diselenggarakan sebagai cermin sejarah Desa Cibuluh dengan budaya agraris atau bersawah yang kental di desa.

“Ini harus rutin dilaksanakan. Bila perlu setahun dua atau tiga kali dilaksanakan. Ini sebagai langkah awal, niat kita sebagai cermin sejarah keindahan alam Tangse, Mane, dan Geumpang dengan budaya agraris yang kental dengan suasana pedesaan. Selain mempromosikan wisata air seperti arung jeram, juga bisa mengampanyekan kesadaran bersama dalam menjaga hutan dan alam Tangse, Mane, dan Geumpang agar tetap alami, sehingga bisa dinikmati oleh anak cucu kita sebagai generasi selanjutnya,” ujar Fadhlullah TM Daud.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK