Wasekjend PDA Harap Musannif Tak Buruk Sangka Kepada Dinas Dayah

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Wacana pembubaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang dilontarkan oleh Musannif, Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, semakin berlarut.

Setelah mendapat respon dari Wasekjend PD Aceh, Musannif selaku pemilik ide kembali mengeluarkan statement bahwa hal tersebut hanyalah sebuah bahasa majaz dan telah salah dimaknai.

Wakil Sekjend DPP PD Aceh dalam pers rilis yang dikirimkan kepada aceHTrend, Senin (8/7/2019) menyatakan bahwa memahami maksud di balik wacana yang dilemparkan oleh Musannif. “Kami sangat paham dengan maksud dan tujuan saudara Musannif, dan kami mengetahui tujuan lain yang ingin dicapai beliau dari bahasa majaz yang beliau gunakan, jadi, kami menghargai bila beliau tidak memiliki maksud terselubung,” kata Marsyuddin Ishak.

Terkait masalah pengamprahan dana hibah untuk dayah dan balai pengajian di Aceh, PD Aceh mengharap semua pihak bersabar. “Kami menghimbau kita semua harus sabar dan mengikuti aturan main yang sudah ada, jangan semaunya kita sehingga kita menabrak aturan yang telah ada. Kami yakin para ulama dan teungku kita adalah orang-orang yang sabar dan taat hukum sehingga tidak perlu dipanas-panasi oleh saudara Musannif”, ujarnya.

Mengenai “Keberpihakan” pemerintah dan Dinas Dayah terhadap dayah-dayah tertentu Wasekjend PD Aceh mengajak Musannif dan semua pihak untuk berhusnul zhan. “Tidak baik berprasangka buruk kepada pihak Dinas Dayah dan Pemerintah Aceh. Dari Data yang Kami terima dari Pihak terkait, selama 2 tahun Pemerintahan ini berjalan, sudah lebih dari 500-an dayah dan balai pengajian yang telah diperhatikan dan ini akan terus meningkat dengan berjalannya waktu. Ini tidak asal ngomong karena kami pegang data,” imbuhnya.

KOMENTAR FACEBOOK