Anak Korban Asusila di Lhokseumawe akan Diberikan Pendampingan Psikologis

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Lhokseumawe, Dra Mariana Affan. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Lhokseumawe memberikan upaya pendampingan psikologis kepada lima anak korban tindakan asusila oknum pimpinan dan guru di pesantren AN.

“Kami akan mendampingi dalam upaya pemulihan kondisi psikologis para korban, hingga kondisi psikis anak tersebut kembali pulih,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Lhokseumawe, Dra Mariana Affan, Kamis (11/7/2019).

Mariana mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan kejadian ini, apalagi ini terjadi di lingkungan pesantren. Menurutnya ini kasus paling besar dalam tahun 2019 ini.

“Untuk memulihkan psikologis anak itu, kami akan mendatangkan tim psikolog P2TP2A dari Banda Aceh,” jelasnya.

Menurutnya, hal yang paling penting saat ini untuk menyelamatkan kondisi korban. Jangan sampai nanti mereka putus sekolah karena mereka generasi penerus bangsa.

Mariana menambahkan, pendampingan akan terus dilakukan sampai dengan terungkap adanya korban lain. Selain itu, dia sangat khawatir terhadap anak korban pencabulan itu, jangan sampai mereka itu nantinya akan menjadi pelaku.

“Kita juga meminta, setiap guru yang ingin mengajar di pesantren, dayah, dan instansi benar-benar bisa membawa santri ke arah kualitas bangsa,” ujarnya.

Lembaganya kata Mariana juga memiliki program sosialisasi perlindungan anak ke dayah.

“Kita nanti akan melakukan sosialisasi tentang perlindungan anak di setiap dayah-dayah di Kota Lhokseumawe,” tuturnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK