Di Lhokseumawe, Oknum Pimpinan Pesantren & Guru Ngaji Paksa Santri Oral Seks

Oknum guru dan pemimpin pesantren AN di Mapolres Lhokseumawe, Kamis, 11 Juli 2019. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM,Lhokseumawe- AI (45) yang merupakan pimpinan Pesantren AN di Kota Lhokseumawe, bersama MY (26) yang merupakan guru di lembaga tersebut, ditangkap oleh polisi karena diduga telah memaksa oral seks kepada 15 santri pada waktu berbeda. Mereka dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dengan ancaman cambuk 90 kali.

Kapolres Kota Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan oknum pimpinan pesantren dan guru ngaji itu telah melakukan pelecehan seksual berupa oral seks terhadap 15 santri. Sampai saat ini baru lima orang yang melaporkan perbuatan amoral itu ke polisi, yaitu R(13), L (14), D(15), T (13), A (13). Mayoritas korban maaih di bawah umur.

Kapolres mengatakan, pada 29 Juni 2019 aparat penegak hukum menerima laporan dari salah satu keluarga korban. kemudian petugas mendatangi rumah korban langsung memintai keterangan dari orang tua dan korban sendiri.

“Sejauh ini 15 santri yang teridentifikasi menjadi korban. Namun yang sudah diperiksa itu lima orang. Kita belum tahu apa motifnya, tersangka sampai sekarang pun belum mengaku,” sebutnya.

Dia menjelaskan, pelecehan seksual itu terjadi sejak September 2018 hingga tersangka ditangkap tiga hari lalu. Kasus itu terungkap setelah seorang santri melapor peristiwa memalukan itu pada orang tuanya. Tidak terima atas tindakan pimpinan dan guru pesantren itu, orang tua langsung melapor ke Mapolres.

“Peristiwa itu terjadi di kamar pimpinan pesantren. Caranya, pimpinan meminta santri membersihkan kamar, atau diajak tidur di kamar pimpinan. Di sanalah peristiwa itu terjadi,”katanya.

Dia mengimbau seluruh orang tua santri melaporkan kasus itu jika anaknya menjadi korban. “Kami imbau bagi keluarga santri, jika anaknya menjadi korban silakan lapor ke kita. Kasus ini terus kami dalami,” pungkasnya.

KOMENTAR FACEBOOK